Artikel

CARA PEMUPUKAN CABAI MERAH KERITING AGAR CABANG BANYAK, BUAH DOBEL DAN MINIM LAYU!! MODAL ASAM HUMAT, TANAMAN LEBIH KUAT

CARA PEMUPUKAN CABAI MERAH KERITING AGAR CABANG BANYAK, BUAH DOBEL DAN MINIM LAYU!! MODAL ASAM HUMAT, TANAMAN LEBIH KUAT


Karlina Indah / 19 Jun 2026

Budidaya cabai merah keriting (CMK) di dataran tinggi memang punya tantangan tersendiri. Namun, jika perawatannya tepat, hasil yang didapat juga bisa sangat memuaskan. Salah satu petani yang berhasil membuktikannya adalah Pak Jajang dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada musim tanam kali ini, Pak Jajang membudidayakan cabai merah keriting varietas Serayu. Saat kami berkunjung ke lahannya, tanaman sudah berumur sekitar 90 hari setelah tanam (HST) dan kondisinya terlihat sangat sehat, rimbun, serta memiliki pertumbuhan yang seragam. Menurut beliau, tanaman biasanya mulai memasuki masa panen pada umur sekitar 100 HST.

Pak Jajang memilih varietas Serayu bukan tanpa alasan. Salah satu keunggulan yang paling terlihat adalah percabangannya yang sangat baik. Dalam satu titik percabangan bahkan bisa muncul hingga tiga cabang sekaligus. Selain itu, varietas ini juga memiliki potensi buah dobel yang cukup banyak sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Tidak hanya itu, tingkat serangan virus di lahan Pak Jajang juga sangat rendah, hanya sekitar 1%. Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi petani, mengingat penyakit virus sering menjadi salah satu masalah utama dalam budidaya cabai. Dari sisi pasar, ukuran buah Serayu juga dinilai sangat ideal, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu kecil sehingga lebih mudah diterima oleh pedagang maupun konsumen.

Melihat kondisi tanaman yang sehat dan potensi hasil yang menjanjikan, tentu banyak petani yang penasaran. Sebenarnya bagaimana cara Pak Jajang merawat tanaman cabainya sejak awal tanam hingga menjelang panen? Mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga perawatan rutin yang dilakukan setiap minggu? Semua akan kami bahas secara lengkap pada artikel berikut ini:

Rahasia Perawatan Cabai Merah Keriting Di Dataran Tinggi

Melihat tanaman cabai merah keriting milik Pak Jajang yang tumbuh subur di dataran tinggi, banyak petani mengira perawatannya pasti rumit dan membutuhkan biaya yang besar. Padahal menurut beliau, kunci utamanya bukan pada banyaknya pupuk yang digunakan, melainkan ketepatan waktu aplikasi dan menjaga kondisi tanaman tetap sehat sejak awal tanam.

Hal pertama yang menarik dari budidaya Pak Jajang adalah pada tahap persiapan lahan. Untuk pupuk dasar, beliau tidak menggunakan banyak pupuk kimia. Lahan cukup diberikan pupuk kandang yang sudah matang sebagai sumber bahan organik. Menurut beliau, pupuk kandang membantu memperbaiki struktur tanah sehingga akar lebih mudah berkembang dan tanaman lebih kuat sejak awal pertumbuhan. Selain itu, ada satu teknik yang cukup unik di lahan Pak Jajang, yaitu penggunaan mulsa yang dibalik. Menurut beliau, cara ini membuat mulsa lebih awet sehingga tidak mudah rusak selama masa tanam. Untuk jarak tanam, beliau menggunakan ukuran 35 cm x 20 cm dengan dua tanaman perlubang.

Setelah tanaman ditanam, barulah pupuk kimia mulai diberikan secara bertahap. Pada fase awal pertumbuhan, Pak Jajang lebih mengandalkan pemupukan kocor yang dilakukan setiap 10 hari sekali. Total aplikasi kocor dilakukan sebanyak 4 kali. Untuk kocor pertama, beliau menggunakan campuran POWERSOIL 1 kg dan UltraDAP 1 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air. Campuran ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar dan membantu tanaman lebih cepat beradaptasi setelah pindah tanam. Selanjutnya, pada kocor kedua hingga keempat, formulanya sedikit berubah yaitu Powersoil 1 kg ditambah NPK 3 kg untuk 200 liter air. Nutrisi ini diberikan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif agar batang kuat, daun hijau, dan percabangan lebih maksimal.

Menariknya, Powersoil selalu masuk dalam setiap aplikasi pemupukan. Menurut pengalaman Pak Jajang, penggunaan Powersoil membantu mengurangi risiko serangan layu. Meskipun begitu, kasus layu tetap ada dalam jumlah kecil, terutama pada tanaman yang berada di bawah pohon besar atau area yang terlalu ternaungi. Kondisi tersebut membuat lingkungan lebih lembap sehingga tanaman lebih rentan terserang penyakit.

Setelah empat kali pemupukan kocor, pemupukan dilanjutkan dengan sistem tugal sebanyak dua kali. Tugal pertama menggunakan campuran KSP, ZA, dan Powersoil dengan perbandingan 1 kuintal pupuk kimia ditambah 1 kg Powersoil. Kombinasi ini bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan tanaman sekaligus mempersiapkan pembentukan bunga dan buah. Sementara itu, pada tugal kedua beliau menggunakan Phonska sebagai sumber nutrisi lanjutan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman menjelang masa generatif.

Nutrisi Daun dan Pengendalian Hama Penyakit

Selain pemupukan melalui tanah, Pak Jajang juga rutin memberikan nutrisi melalui daun. Produk yang digunakan adalah VITARON SL dan MORDEN FOL yang diaplikasikan secara bergantian atau roling setiap 7 hari sekali. Menurut beliau, kombinasi kedua nutrisi tersebut membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap normal, pucuk tetap sehat, dan yang paling penting mampu mengurangi risiko kerontokan bunga. Bunga yang bertahan lebih banyak tentu akan meningkatkan peluang terbentuknya buah.

Untuk pengendalian hama, strategi yang digunakan juga cukup sederhana. Pada fase awal pertumbuhan, fokus utama adalah mengendalikan kutu-kutuan yang sering menjadi penyebar virus. Ketika tanaman mulai memasuki fase berbuah, perhatian dialihkan pada pengendalian lalat buah yang berpotensi menurunkan kualitas hasil panen. Sementara itu, aplikasi fungisida tidak dilakukan secara tetap, melainkan disesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca di lapangan. Dengan cara ini penggunaan fungisida menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Memasuki fase generatif atau saat buah mulai terbentuk, Pak Jajang menambahkan KALINET sebagai sumber nutrisi kalium. Menurut pengalaman beliau, penggunaan Kalinet membuat buah menjadi lebih keras, lebih padat, dan memiliki kualitas yang lebih baik saat dipasarkan. Pengalaman Pak Jajang membuktikan bahwa ketepatan perawatan, pemupukan yang bertahap, serta pengendalian hama dan penyakit yang sesuai kondisi lapangan mampu menghasilkan tanaman sehat, produktif, dan siap memberikan keuntungan maksimal bagi petani.


Rekomendasi Produk :
MORDENFOL
VITARON
POWERSOIL
KALINET