Artikel

CARA MENGATASI KERITING DAUN DI MUSIM KEMARAU! RAHASIA ATUR WAKTU TANAM AGAR PANEN SETIAP BULAN

CARA MENGATASI KERITING DAUN DI MUSIM KEMARAU! RAHASIA ATUR WAKTU TANAM AGAR PANEN SETIAP BULAN


Karlina Indah / 13 Sep 2026

Punya lahan luas belum tentu berarti penghasilan lebih besar. Kalau tenaga terbatas, waktu tanam tidak diatur, dan panen datang bersamaan, lahan yang luas justru bisa bikin kewalahan. Belum lagi kalau kita mengejar harga tinggi. Misalnya ingin mendapatkan harga bagus pada bulan Desember, Januari, atau Februari. Memang peluang harganya menarik, tetapi jangan lupa harga tinggi biasanya datang bersama risiko yang lebih tinggi. Cuaca, serangan hama dan penyakit, sampai kondisi tanaman yang mudah mengalami daun keriting di musim kemarau harus diperhitungkan sejak awal. Jadi berapa luas lahan yang ideal untuk dikelola satu orang? Dan bagaimana cara mengatur pola tanam agar penghasilan bisa lebih rutin sepanjang tahun? Daripada hanya menebak-nebak, kali ini kita akan membahasnya langsung bersama ahlinya, yaitu Mas Minto petani asal Yogyakarta, berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata di lapangan.

1 Orang Bisa Mengelola Lahan Seluas 6500 m2

Mas Minto saat ini mengelola lahan kurang lebih 6.500 m². Luas lahan tersebut tentu bukan sedikit, apalagi sebagian besar pekerjaan perawatan dilakukan sendiri. Mulai dari memantau kondisi tanaman, melakukan pemupukan, penyemprotan, hingga memastikan tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan. Lalu, bagaimana caranya lahan seluas itu bisa dikelola tanpa membuat pekerjaan menjadi terlalu berat? Menurut Mas Minto, kuncinya lahan dipersiapkan dan diatur sejak awal. “Lahan itu disiapkan sebaik mungkin. Jadi nanti ketika masuk perawatan, pekerjaan kita tidak diribetkan lagi dengan pekerjaan-pekerjaan sepele.” Prinsip inilah yang menjadi salah satu dasar Mas Minto dalam mengelola lahannya. Pekerjaan yang bisa diselesaikan sejak awal, sebisa mungkin diselesaikan terlebih dahulu agar ketika tanaman sudah masuk masa perawatan, perhatian bisa lebih fokus pada kondisi tanaman.

Strategi berikutnya adalah mengatur waktu tanam. Lahan yang dimiliki Mas Minto tidak langsung ditanami secara bersamaan. Saat ini, misalnya, lahan pertama masih ditanami timun, sedangkan lahan kedua sudah terdapat tanaman cabai. Sementara itu, lahan ketiga beberapa minggu lagi baru akan dipersiapkan untuk ditanami cabai. Pola seperti ini sengaja dibuat agar waktu panen tidak datang bersamaan. Tujuannya sederhana, yaitu supaya setiap bulan tetap ada tanaman yang bisa dipanen dan menghasilkan pemasukan. Bahkan waktu tanam sudah diatur agar ada tanaman yang dipersiapkan untuk menghadapi periode tertentu, termasuk ketika ingin mendapatkan panenan pada bulan Desember, Januari, atau Februari yang biasanya memiliki peluang harga lebih tinggi.

Menariknya, pola tanam Mas Minto diawali dengan tanaman timun. Timun dipilih karena cukup kuat menghadapi kondisi pupuk yang belum terfermentasi sempurna. Setelah timun pertama selesai, pola tanam kemudian dilanjutkan dengan timun berikutnya dan cabai. Model tanamnya juga dibuat dengan memanfaatkan lubang tanam yang sudah ada. Timun pertama ditanam terlebih dahulu, kemudian timun kedua berpindah ke lubang sebelahnya, sedangkan cabai ditanam pada bekas lubang timun pertama. Dengan pola seperti ini, beberapa pekerjaan yang biasanya harus dilakukan berulang bisa dipangkas. Salah satunya adalah pemasangan ajir dan tali. Karena ajir sudah terpasang sebelumnya, ketika masuk ke tanaman cabai pekerjaan tersebut tidak perlu dilakukan lagi dari awal. Selain menghemat tenaga, cara ini juga membantu mengurangi risiko akar tanaman cabai terputus akibat pemasangan ajir ketika tanaman sudah tumbuh.

Teknis Pemupukan Tanaman Timun ala Mas Minto

Setelah sebelumnya membahas mengenai olah lahan, pembahasan kali ini masuk ke tahap perawatan tanaman. Untuk timun, sekitar 12 hari setelah tanam atau HST, Mas Minto melakukan pengocoran menggunakan Ultradap atau Interfos yang dipadukan dengan ASAM AMINO. Kemudian dilakukan kocor berikutnya menggunakan kalsium nitrat. Pada kocor ketiga sampai kelima, digunakan NPK 16-16-16. Untuk penyemprotan, Mas Minto melakukan rutinitas sekitar satu minggu sekali dengan tetap menyesuaikan kondisi tanaman dan serangan yang ditemukan di lapangan. Fungisida digunakan sebagai bagian dari perawatan rutin, sedangkan untuk insektisida salah satu yang digunakan adalah Lanate untuk membantu mengatasi oteng-oteng dan ulat, yang dapat dicampur dengan MORDEN FOL. Ketika tanaman sudah mulai memiliki daun sejati, perlakuan juga mulai diarahkan pada penggunaan ZPT sesuai kebutuhan tanaman.

Antisipasi Keriting Daun di Musim Kemarau

Salah satu tantangan yang paling diperhatikan Mas Minto adalah daun keriting, terutama ketika tanaman menghadapi kondisi musim kemarau. Untuk meminimalkan risiko tersebut, tanaman perlu dijaga kondisinya, salah satunya dengan memperkuat unsur mikro. Perlakuan yang dilakukan Mas Minto antara lain menggunakan kombinasi ZPT, Morden Fol, dan VITARON SL dengan dosis sekitar 50–60 ml, tentunya dengan tetap menyesuaikan kondisi tanaman dan kebutuhan di lapangan. Untuk pengendalian hama, Mas Minto menggunakan Gordon dengan bahan aktif klorfenapir yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan ulat sekaligus kelompok tungau. Di sinilah pentingnya memahami bahwa pengelolaan tanaman bukan hanya soal membunuh hama. Insektisida digunakan untuk mengendalikan penyebab masalah, sedangkan nutrisi digunakan untuk membantu tanaman memulihkan kondisinya. Keduanya harus ditempatkan sesuai kebutuhan, bukan diberikan sebanyak-banyaknya hanya karena ingin tanaman cepat pulih.

Cara Mas Minto mengelola lahan seluas 6.500 m² bukan hanya tentang kemampuan mengerjakan lahan yang luas seorang diri. Ada strategi di baliknya, mulai dari mempersiapkan lahan sebaik mungkin, mengatur waktu tanam, memanfaatkan kembali lubang dan ajir, sampai membagi lahan agar pekerjaan perawatan tidak terlalu rumit. Semua dilakukan dengan satu tujuan, yaitu menjaga agar panenan tetap berjalan dan pemasukan tidak hanya datang pada satu waktu. Bagi Mas Minto, mengejar harga tinggi memang boleh, tetapi harus siap dengan risiko yang mengikutinya. Karena itu, prinsip yang digunakan sangat sederhana: segala sesuatu disesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan.


Rekomendasi Produk :
MORDENFOL
VITARON
PREMINO