BEDIDING DATANG LAGI! BEGINI CARA MELINDUNGI TANAMAN KENTANG DARI EMBUN UPAS, DAUN TETAP HIJAU DAN PANEN TETAP MAKSIMAL
Karlina Indah / 08 Jul 2026
Bagi sebagian orang, munculnya hamparan embun putih yang menyelimuti kawasan Dieng menjadi pemandangan langka yang begitu memukau. Wisatawan berbondong-bondong datang sejak dini hari untuk mengabadikan fenomena alam yang hanya terjadi pada musim-musim tertentu. Kristal-kristal es yang menempel di rerumputan, atap rumah, hingga dedaunan tampak seperti salju tipis yang menghiasi dataran tinggi Jawa Tengah. Namun, di balik keindahan tersebut, ada kekhawatiran yang justru dirasakan para petani kentang. Fenomena yang dikenal sebagai bediding dan embun upas ini dapat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan tanaman, bahkan berpotensi menurunkan hasil panen jika tidak diantisipasi dengan baik. Bediding merupakan kondisi ketika suhu udara turun drastis pada malam hingga menjelang pagi hari. Penurunan suhu ini umumnya terjadi saat musim kemarau, ketika langit cerah dan kelembapan udara relatif rendah. Pada kondisi tertentu, suhu di permukaan lahan dapat mendekati bahkan mencapai titik beku. Akibatnya, uap air yang berada di sekitar tanaman berubah menjadi kristal es dan menempel pada permukaan daun, batang muda, maupun rumput. Masyarakat Dieng menyebut fenomena tersebut sebagai embun upas atau embun es.
Istilah "upas" sendiri berarti racun. Sebutan ini bukan tanpa alasan. Meskipun terlihat indah, lapisan es yang menyelimuti tanaman dapat merusak jaringan daun dan menghambat berbagai proses fisiologis tanaman. Saat sinar matahari mulai menyinari lahan pada pagi hari, kristal es akan mencair dengan cepat. Perubahan suhu yang terjadi secara mendadak dapat menyebabkan sel-sel tanaman mengalami kerusakan, sehingga daun tampak layu, menghitam, bahkan mengering seperti terbakar.
Tanaman kentang termasuk salah satu komoditas yang paling merasakan dampak fenomena ini. Daun yang rusak akibat embun upas akan menurunkan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis, sehingga pembentukan umbi menjadi kurang optimal. Jika kondisi ini berlangsung dalam beberapa hari berturut-turut, pertumbuhan tanaman dapat terhambat dan produktivitas panen pun berisiko menurun. Lantas, mengapa embun upas bisa merusak tanaman kentang? Bagaimana cara mengurangi dampaknya agar tanaman tetap tumbuh sehat meskipun menghadapi suhu dingin ekstrem? Simak penjelasannya pada pembahasan berikut.
Dampak Fenomena Embun Upas Terhadap Tanaman Kentang
Kerusakan akibat embun upas umumnya mulai terlihat beberapa jam setelah matahari terbit. Pada awalnya, daun kentang yang sempat tertutup kristal es akan tampak layu meskipun kondisi tanah masih memiliki cukup air. Hal ini terjadi karena suhu yang sangat rendah menyebabkan jaringan tanaman mengalami kerusakan, sehingga sel-sel daun tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara normal. Seiring berjalannya waktu, warna daun berubah dari hijau segar menjadi hijau tua, kemudian kecokelatan hingga menghitam. Pada serangan yang cukup parah, daun terlihat seperti tersiram air panas atau terbakar. Jaringan daun yang rusak akhirnya mengering dan menjadi rapuh. Selain daun, pucuk tanaman yang masih muda juga menjadi bagian yang paling rentan karena memiliki jaringan yang lebih lunak dan kandungan air yang tinggi. Jika titik tumbuh ikut rusak, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan pembentukan tajuk baru menjadi lebih lambat. Kerusakan pada bagian tajuk berdampak langsung terhadap proses fotosintesis. Semakin sedikit daun yang masih berfungsi, semakin rendah pula kemampuan tanaman menghasilkan karbohidrat sebagai sumber energi untuk pembentukan umbi. Akibatnya, perkembangan umbi menjadi tidak maksimal, baik dari segi ukuran maupun bobot.
Dari sisi ekonomi, embun upas dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi petani kentang. Penurunan hasil panen membuat produktivitas lahan berkurang, sementara biaya budidaya yang telah dikeluarkan tetap sama. Pada kasus yang lebih berat, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pemulihan tanaman, seperti pemberian pupuk, biostimulan, maupun perawatan lanjutan. Jika kerusakan terjadi pada fase pembentukan umbi, hasil panen dapat menurun secara signifikan sehingga berdampak pada pendapatan petani, terutama ketika harga kentang sedang tidak stabil.
Cara Mengurangi Dampak Embun Upas pada Tanaman Kentang
Fenomena embun upas memang tidak dapat dicegah karena merupakan proses alam yang dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Namun, dampaknya terhadap tanaman kentang dapat diminimalkan dengan menjaga kondisi tanaman agar tetap sehat dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap cekaman suhu rendah. Tanaman yang memiliki jaringan kuat dan metabolisme yang optimal umumnya lebih mampu bertahan dibandingkan tanaman yang mengalami kekurangan nutrisi atau berada dalam kondisi stres.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan asam amino secara rutin. Asam amino berperan sebagai anti stress yang membantu tanaman menghadapi berbagai cekaman abiotik, termasuk suhu dingin. Selain mendukung pembentukan klorofil dan mempercepat pemulihan jaringan yang rusak, asam amino juga membantu menjaga aktivitas metabolisme sehingga tanaman tidak mudah mengalami stres ketika terjadi penurunan suhu secara ekstrem. Selain itu, penggunaan produk pelindung tanaman yang mengandung silika juga dapat menjadi strategi pendukung. Silika berperan memperkuat dinding sel sehingga jaringan daun menjadi lebih kokoh dan tidak mudah mengalami kerusakan akibat perubahan suhu yang drastis. Pada produk seperti Kover WP, kandungan silika tidak hanya membantu melindungi permukaan daun, tetapi juga berfungsi menetralkan tingkat keasaman (pH) pada permukaan daun dan juga sebagai perekat, sehingga pestisida yang diaplikasi lebih lama menyempel paa permukaan daun.
Penerapan dua produk ini telah dibuktikan oleh Mas Rohman, petani kentang asal Dieng Kulon. Selama musim bediding, ia rutin mengaplikasikan asam amino PREMINO sebagai anti stres dan selalu menggunakan KOVER WP pada setiap penyemprotan. Hasilnya, hingga umur sekitar 75 HST kondisi tanaman masih terlihat prima. Daunnya tetap hijau, lebih tebal, dan tajuk tanaman tetap berkembang dengan baik meskipun beberapa lahan di sekitarnya mulai menunjukkan gejala kerusakan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa persiapan tanaman sebelum cekaman terjadi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan dan menjaga potensi hasil panen. Berikut kondisi tanaman kentang milik Mas Rohman: