Artikel

Teknik Budidaya Timun Baby Produktifitas Tinggi Panen 45 Kali Petik

Teknik Budidaya Timun Baby Produktifitas Tinggi Panen 45 Kali Petik


Ahmad Muzaki / Sabtu,05 Maret 2022

Timun merupakan sayuran yang umumnya dikonsumsi sebagai lalapan. Tanaman ini mulai banyak dibudidayakan oleh petani. Bisa ditanaman secara monokultur maupun dijadikan sebagai tumpeng sari dengan komoditas tanaman lain. Waktu panen yang relatif cepat kerap menjadi pertimbangan untuk menanam komoditas ini.

Buah timun sendiri terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya yaitu timun biasa (Besar), timun jepang, timun mini (baby) dan sebagainya. Perbedaan jenis tersebut didasarkan pada ukuran, warna dan bentuk buahnya. Timun baby adalah timun yang dipanen dengan ukuran lumayan kecil yaitu sekitar 12 cm dan berdiameter 3-4 cm. dengan ukuran yang mini dan tekstur buahnya yang sangat renyah sehingga mudah untuk dikunyah menjadikan timun ini sering dijadikan sebagai lalapan.

Timun baby ini dapat dipanen dengan interval pemetikan setiap hari. Keterlambatan pemetikan dapat berdampak pada penurunan harga jual, pasalnya ukurannya telah melebihi ukuran yang diinginkan. Ukuran buah yang mini dan bobot yang cukup ringan, menantang petani untuk meningkatkan jumlah buah dan memperpanjang masa panen. Karena jika tidak seperti itu, petani dapat merugi karena secara produktifitas akan sangat jauh berbeda dengan timun yang memiliki ukuran besar.

Merasakan hal yang sama, Didik seorang petani senior yang akrab dipanggil pak Didik asal Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pak Didik merasa tertantang bagaimana caranya untuk meningkatkan jumlah buah yang dihasilkan serta cara memperpanjang waktu produktif tanaman sehingga dapat dipanen dalam jangka waktu yang lama. Rasa keingintahuan beliau sangat tinggi, percobaan demi percobaan beliau lakukan dan ahirnya beliau berhasilkan menemukan formula yang tepat, sehingga produktifitas tanamannya meningkat jauh disbanding petani umumnya.

Persiapan Lahan

Sebelum melakukan penanaman, kita perlu mengetahui kondisi lahan terkini mulai dari pH tanahnya, struktur tanah, riwayat penggunaan lahan dan lain sebagainya. Lahan milik beliau awalnya pHnya diangka 4,5 bahkan Sebagian kurang dari angka tersebut. Menyadari hal tersebut benar saja, budidaya tanaman 2 musim belakangan kurang maksimal. Upaya menaikkan pH tanah, beliau lakukan dengan cara menambahkan POWERSOIL sebagai campuran pupuk kimia untuk pupuk dasar. Manfaatnya sangat banyak, diantaranya adalah menaikkan pH tanah, saat ini diangka 6 bahkan lebih, mengurai residu pupuk kimia dalam tanah, sebagai sumber makanan mikro organisme baik dalam tanah dan banyak manfaat lainnya.

Pupuk organik yang beliau gunakan adalah kotoran ayam yang banyak kandungan sekam padinya atau biasa dikenal dengan pupuk kristal. Penggunaan pupuk ini bertujuan untuk menjaga komposisi udara dalam tanah. Pasalnya tanah yang beliau garap cukup keras, sehingga rongga udara dalam tanahnya cukup terbatas. Penggunaan sekam akan menciptakan rongga dalam tanah sehingga sirkulasi udara dan air dapat berjalan dengan baik. Yang perlu dicatat adalah sekam yang digunakan harus difermentasikan dulu dengan bantuan decomposer, jika tidak demikian dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup tanaman.

Fosfat adalah satu-satunya pupuk kimia yang beliau gunakan sebagai pupuk dasar. Pertimbangannya adalah untuk merangsang perakaran dan jaringan tanaman yang kuat. Sementara pupuk lain tidak diberikan, karena beliau meyakini kandungan pupuk dalam tanahnya sudah banyak, hanya saja ketersediaannya yang sedikit akibat pH yang asam tersebut.

Pendiaman lahan setelah diberi pupuk, perlu dilakukan. Tidak ada patokan waktu, hanya saja beliau biasa menunggu sampai muncul rumput disekitar bedengan. Hal tersebut menandakan bahwa tanah telah siap ditanami dan fermentasi pupuk telah berhasil.

Perawatan Tanaman

Komitmen beliau adalah membuat tanaman bagus dengan biaya yang terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan perawatan yang sangat hemat biaya. Spray beliau lakukan 1 minggu sekali, menggunakan bahan yang umum petani lainnya gunakan. Seperti insek dan fungi yang disesuaikan dengan gejala yang ada. Mencukupi kebutuhan nutrisi yang ada, aplikasi pemupukan hanya melalui daun yaitu menggunakan fertijos dan MORDENFOL. Kedua pupuk tersebut digunakan dua kali dengan tujuan merangsang pembentukan akar, memperbanyak percabangan, menjaga warna daun dan banyak lagi manfaat lainnya. ZPT ditambahkan untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman, karena jika tidak demikian dihawtirkan terjadi keterlambatan tumbuh, untuk tanaman sulur sendiri hal tersebut sangat fatal dan sangat berdampak pada penurunan hasil tanaman.

Produktifitas sangat identik dengan buah yang dihasilkan. Upaya meningkatkan jumlah buah beliau upayakan dengan menambahkan unsur kalium cair dalam hal ini menggunakan KALINET. Pupuk ini sangat bermanfaat terlebih Ketika tanaman memasuki fase generatif. Menunjang pembentukan bunga serta meningkatkan presentase keberhasilan bunga menjadi buah, tidak terbatas pada jumlah, bobotnya pun menjadi meningkat dibanding tanpa menggunakan pupuk ini.

Perlakuan Khusus

Kreatifitas beliau tidak terbatas pada pengurangan biaya, beberapa perlakuan dilakukan untuk memperpanjang masa panen dan meningkatkan produktifitas tanaman. Benar saja, kegigihan dan keuletan beliau membawanya dapat panen hingga 45 kali petikan. Jumlah yang sangat jarang dijumpai, tapi ini nyata dialami dan bisa dibuktikan dilahan.

Pemangkasan meliputi 2 tunas anakan paling bawah untuk musim kemarau, dan 3-4 tunas anakan untuk musim hujan. Selain tunas anakan, semua daun disekitar tunas yang dipangkas dibersihkan. Tujuannya adalah mengurangi jumlah anakan pada bagian bawah serta mengurangi potensi serangan jamur dan penghambatan aliran nutrisi dari akar. Sirkulasi udara menjadi lebih lancar, penyepraian lebih mudah dan tunas air bagian atas lebih banyak yang terbentuk. Pemangkasan sendiri dilakukan Ketika tanaman berusia diatas 14 hari, atau ketika tunas anakan sudah bermunculan.

Selain pemangkasan pada bagian bawah, tunas pada cabang utama juga dilakukan pangkas pucuk. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan pada batang utama, dan merangsang tunas anakan tumbuh maksimal. Pasalnya pada tanaman timun baby ini, buah lebih dominan pada ketiak daun tunas anakan bukan pada batang utama. Pangkas pucuk sendiri dilakukan Ketika Sebagian besar bakal buah sudah terbentuk.

Perlu diingat pemangkasan tersebut sebaiknya dilakukan Ketika sinar matahari terik, tujuannya adalah untuk mempercepat proses pengeringan dari luka yang ditimbulkan sebagai antisipasi terhadap serangan pathogen penyakit. Sebaiknya sehari setelah pemangkasan, perlu dilakukan penyepraian yang difokuskan pada penggunaan fungisida.

Demikianlah kisah sukses dari pak didik, mengetahui kondisi lahan sebelum menanami sangat pentinng. Senantiasa belajar dan membuka wawasan terkait Langkah strategis yang bisa dilakuakan. Video lengkapnya dapat anda saksikan disini.

 

 


Rekomendasi Produk :
KALINET
POWERSOIL
MORDENFOL