Konsultasi

Kata Kunci

Topik

  • Tanya :

    Assalamualaikum. Mohon ijin bertanya, apakah Kalinet bisa juga dipakai untuk pupuk pohon anggur, bagaimana aplikasinya (apakah disemprot atau kocor) dan berapa dosisnya. Terima kasih. Wassalamualaikum

    Haryo - Sleman Jogja

    Jawab :

    Waalaikum salam sobat Haryo,
    Kalinet bisa dipakai untuk tanaman apapun yang menghasilkan buah, termasuk anggur. Untuk aplikasinya dengan cara disemprot pada daun dengan dosis untuk tanaman muda yang belum berbuah 1 ml/liter air, dan untuk tanaman menjelang berbuah / sudah usia berbuah 2 ml per liter air setiap 1 minggu sekali. Aplikasi ini bisa memacu terbentuknya buah, meningkatkan keseragaman buah, dan meningkatkan kualitas buah.
    Demikian, semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan saya Saring, petani sayuran pemula dari Lampung Timur. Disini saya akan mengajukan pertanyaan :

    1. Mengapa buah tomat yang saya tanam setiap kali buah akan masak seringkali mengalami pecah buah dan busuk dari dalam. Nb: sudah disemprot fungisida juga

    2. Bagaimana mengatasi keriting pada tanaman cabai serta busuk buah (porong)? Boleh disertakan sekalian produk produk rekomendasi ya pak/bu. Terimakasih sebelumnya.

    Wassalamualaikum wr wb.

    Saring - Lampung timur

    Jawab :

    Waalaikum salam wr, wb, Sdr. Saring
    Berikut jawaban atas pertanyaannya:

    1. Buah tomat yang pecah bukan disebabkan oleh hama / penyakit melainkan faktor fisiologis. Kadar air dalam buah terlalu tinggi. Untuk mengatasinya coba kurangi pupuk yang mengandung nitrogen tinggi terutama KNO3, aplikasikan pupuk daun khusus fase berbuah (KALINET), dan CAL-HA yang mengandung kalsium, humic acid dan unsur-unsur mikro. Penggunaan boleh dicampur keduanya. Aplikasi buah baru terbentuk dan masih kecil-kecil.
    2. Untuk keriting daun berikut link yang bisa dibaca dari pengalaman petani:
    Pengendalian Keriting Daun dan Virus Kuning Cabai dan Minimalkan Dampak Serangan Virus pada Tanaman Cabai
    Sedangkan busuk buah juga bisa diatasi dengan Cal-Ha
    Demikian, semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Assalamualaikum. Maaf banyak tanya, terima kasih telah fast respon. Menyambung pertanyaa yg lalu 1. kalinet dan cal ha berapa dosisnya untuk sprayer volume 16 liter 2. Dalam aplikasinya Apakah boleh Kalinet+Cal Ha dicampur dg insectisida atau fungisida Terima kasih. Wassalamualaikum

    Haryo - Sleman Yogyakarta

    Jawab :

    Waalaikum salam Mas Haryo. Berikut jawaban atas pertanyaan di atas:
    1. Untuk Kalinet diaplikasikan dengan dosis 2 ml/liter air (32 - 40 ml per tangki 16 liter. Sedangkan untuk Cal Ha 2 - 4 gram per liter air (32 - 65 gram per liter air) tergantung kondisi ya. Jika tanaman bermasalah gunakan dosis tertinggi yaitu 4 gram per liter air. 

    2. Aplikasi Kalinet, dan CalHa bisa saja dikombinasikan dengan pestisida baik kontak maupun sistemik, namun sebaiknya dengan jenis pestisida SELAIN formula SP (tepung larut air), SL (cairan larut air), AS (larutan dalam air), karena sesama formula larut air sangat mungkin terjadi reaksi kimia yang merubah susunan kimiawi keduanya. Anda bisa menggunakan yang berformula EC (emulsi), WP (tepung tak larut air), WDG (granul terdispersi). Demikian semoga bisa membantu.  

    Admin

  • Tanya :

    Asalamulaikum. Apakah pengaplikasian Kalinet + Cal Ha boleh di campur dengan fungisida sistemik atau yg kontak? Terimakasih.

    Cholis - Magelang

    Jawab :

    Waalaikum salam Mas Cholis di Magelang.

    Aplikasi Kalinet, dan CalHa bisa saja dikombinasikan dengan pestisida baik kontak maupun sistemik, namun sebaiknya dengan jenis pestisida SELAIN formula SP (tepung larut air), SL (cairan larut air), AS (larutan dalam air), karena sesama formula larut air sangat mungkin terjadi reaksi kimia yang merubah susunan kimiawi keduanya. Anda bisa menggunakan yang berformula EC (emulsi), WP (tepung tak larut air), WDG (granul terdispersi). Demikian semoga bisa membantu.  

    Widodo

  • Tanya :

    Aslamialikum warahmatullahi Saya ijin bertanya apakah Kalinet dan Morden Fol dicampurkan efektif?

    Sadan - Purworejo

    Jawab :

    Waalaikum salam sobat Sadan di Purworejo.
    Untuk Kalinet dan Morden-Fol sebenarnya bisa dicampurkan dalam sekali aplikasi, namun keduanya harus sama-sama diencerkan dengan air terlebih dahulu, tidak dicampur dalam konsentrasi pekat. Meski demikian demi efisiensi dan penghematan, keduanya diaplikasikan secara terpisah berdasarkan fase tanaman. Morden Fol digunakan menjelang berbunga, dan Kalinet digunakan menjelang berbuah. Sel-sel tanaman seperti halnya perut kita, jika terlalu banyak diberi makan daya tampung sel-sel tanaman tidak akan muat. Sama halnya perut kita diberi makan 2 piring, sedangan muatnya hanya 1 piring, maka tidak akan habis semuanya. 
    Untuk aplikasi sebaiknya masing-masing dikombinasikan dengan pestisida atau bahan pelapis permukaan seperti Kover. Semoga jawaban ini bisa membantu.

    Admin

  • Tanya :

    Untuk meningkatkan kualitas buah pada fase generatip selain dengan pemberian Kalinet, apakah perlu pemberian pupuk/nutrisi yang lain ?

    Haryo - Sleman Yogyakarta

    Jawab :

    Untuk meningkatkan kualitas buah, cukup dengan Kalinet, CalHa, dan sebaiknya pupuk makro (lewat akar) juga dicukupi terutama Kalium. DIsarankan untuk cabai versi kami menggunakan ZK dikombinasi dengan KNO3 dengan perbandingan 4 : 1. Aplikasi boleh ditaju boleh dikocorkan. Untuk penggunaan ZPT sebaiknya tidak terlalu sering karena dikhawatirkan ZPT menggenjot pemuahan di awal-awal namun memperpendek masa petik.

    Widodo

  • Tanya :

    Assalamualaikum. Cabai saya sudah mulai berbuah dan sudah 4 kali pemetikan (berumur 3 bulan). Saya bermaksud akan menggunakan Kalinet, mohon sarannya untuk pengaplikasian yg tepat bisakah Kalinet di mix dg Cal Ha. Apa fungsi dan manfaat Cal Ha pada tanaman cabai? Terima kasih. Wassalamualaikum

    Haryo - Sleman Yogyakarta

    Jawab :

    Waalaikum salam sobat Haryo,

    Untuk cabai yang suda masa berbuah memang sangat dianjurkan penggunaan Kalinet. Tanaman yang berada pada fase generatif membutuhkan energi yang sangat besar untuk pembentukan buah. Energi tersebut bersumber dari sinar matahari dan unsur hara fosfat (P). Hasil metabolisme dari daun tersebut diangkut secara besar-besaran ke dalam jaringan buah, ion-ion pengangkut itu diperankan oleh Kalium (K) dibantu oleh boron (B). Sedangkan Cal Ha juga ada beberapa manfaat pada fase berbuah diantaranya : menebalkan dinding sel buah sehingga buah menjadi tebal dan tahan simpan, serta menetralisir keasaman permukaan kulit buah terutama di musim hujan sehingga mencegah serangan pathek, Untuk penggunaannya bisa dicampurkan karena Kalinet dan Cal-Ha mempunyai sifat pH yang sama. Semoga jawaban ini dapat membantu.

     

    Widodo

  • Tanya :

    Assalamualaikum wr wb.. Gimana cara mengatasi layu fusarium pada cabe bang?

    Muhammad Syahril - Hulu Sungai Tengah

    Jawab :

    Waalaikum salam, wr, wb, sobat Muhammad Syahril,

    Fusarium adalah jenis jamur patogen yang menyebar & menyerang perakaran dan pangkal batang tanaman, berkembang baik pada media tanah yang pH-nya rendah (asam). Selain itu kondisi tanaman yang lemah mempercepat dampak serangan. Perlu kombinasi perlakuan yaitu :

    1. Jika ditemui satu dua tanaman yang mulai layu segera lakukan blokade media dengan cara mencabut tanaman, ambil tanah bekas tanaman dan buang jauh dari lahan. Kocor bekas tanaman dengan fungisida tembaga.
    2. Pengocoran pangkal batang dengan fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida yang dicampur kalsium karbonat (tidak larut air) dengan perbandingan 2 gr : 2 gr per liter air untuk tiap 4 - 5 tanaman (200 – 250 ml per tanaman).
    3. Aplikasi fungisida sistemik berbahan aktif  benomil / mefenoxam / azoxistrobin / carbendazim / prochloraz (ambil 2 diantaranya untuk aplikasi penyemprotan daun secara selang seling).
    4. Upayakan pemulihan tanaman dengan aplikasi pupuk daun VITARON dan KALINET.

    Demikian semoga bisa teratasi dengan baik.
     

    Widodo

  • Tanya :

    Nanya nih admin, penyemprotan setelah panen pake apa bagus nya biar bunganya kembali muncul ? Dan intervalnya berapa hari serta bagaimana dengan penggunaan pestisidanya? Makasih admin.

    Yoga - Solok selatan

    Jawab :

    Halo sobat Yoga,

    Untuk merangsang pertumbuhan buah, harus dipacu pembentukan bunga terlebih dahulu. Banyak yang sudah berhasil dengan menggunakan aplikasi KALINET secara rutin, dosis 2 ml/liter air, interval setiap 1 minggu sekali. Untuk pestisida silahkan gunakan yang sesuai dengan hama / penyakitnya. namun untuk mengantisipasi serangan fungi dan kerontokan di musim hujan, gunakan juga CAL HA dan KOVER WP, bisa dicampurkan keduanya.
    Semoga berhasil baik.

     

    Admin

  • Tanya :

    Assalamualaikum mas Saya mau bertanya dua hal. Disini lagi musim hujan dari pagi sampai malam dan sampai pagi lagi intinya hujannya tidak berhenti sama sekali. Solusi pemupukannya bagaimana mas ya dan pakai pupuk apa? Dan satu nya lagi masalah penyemprotan nya bagaimana mas ya soalnya selalu hujan.

    Madie - Takengon Aceh Tengah

    Jawab :

    Waalaikum salam,
    Untuk pemupukan di musim hujan atau di tanah-tanah yang selalu basah, agar efektif dan tidak boros sebaiknya pupuk dengan cara ditaju, bukan dengan dikocorkan atau ditebarkan. Buat lubang-lubang pupuk di dekat perakaran, untuk tanaman muda dengan jarak 7 cm dari batang, untuk tanaman dewasa sekitar 15 cm dari batang. Gunakan NPK lepas lambat agar pupuk larut secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman. Jika tiap hari hujan waspadai suasana lembab yang berakibat munculnya jamur / fungi. Hal ini bisa diantisipasi dengan penyemprotan KOVER dicampur fungisida berbentuk WP.. Agar tanah terjaga pH-nya gunakan Cal-Ha. Demikian semoga sukses.

    Widodo

  • Tanya :

    Assalamualaikum mas ijin mas bertanya, rekomendasi pupuk dasar untuk tanaman cabai dong?

    Tarminda - Nunukan Kalimantan Utara

    Jawab :

    Waalaikum salam,
    Sebenarnya pemupukan dasar untuk cabai cukup variatif tergantung jenis tanah dan musimnya. Namun secara umum sebaiknya gunakan pupuk-pupuk NPK yang slow release (lepas lambat), yaitu yang tidak cepat larut dalam air agar tidak boros dan cepat hilang. Contohnya NPK Phonska dan SP-36. Untuk pembenah tanah & pengkondisi tanah bisa gunakan pupuk kandang matang / kompos dan dolomit. 
     

    Widodo

  • Tanya :

    Cabai saya berumur 50hst ( dalam masa pemulihan layu fusarium) apakah KALINET bisa d aplikasikan (interval berqpq hari sekali) dan apakah KALINET bisa d mix fungisida dan insektisida.

    Muhklisin - Magelang

    Jawab :

    Halo Sdr. Muhklisin,
    Untuk pemulihan penyakit setelah diaplikasikan pestisida, labih tepatnya kita menggunakan produk VITARON yang fungsinya memperbarui sel-sel tanaman yang telah rusak. Namun demikian karena tanaman pernah mengalami masalah sehingga selain upaya pemulihan juga [erlu upaya untuk mengejar ketinggalan akibat hambatan penyakit tadi, yaitu dengan KALINET. Intervalnya 5  atau 7 hari sekali. KALINET (dan juga pupuk-pupuk daun yang lain) bisa dicampurkan pestisida (insektisida maupun fungisida), kecuali pestisida yag bersifat larut air (formula SP, SL, SG, dan AS) karena ada kemungkinan saling bereaksi melemahkan. Ada bica baca selengkapnya di artikel berikut :
    https://mitrabertani.com/artikel/detail/Mengenali-dan-Memahami-Bentuk-bentuk-Formula-Pestisida

    Demikian, selamat bertani dan semoga sukses selalu.

    Widodo

  • Tanya :

    Salam mas, Selain kita menggunakan pestisida buat mencegah patek pada cabai merah keriting, apa ada hal yang lain nya yg perlu kita perhatikan mas? Mungkin selama ini kita lupa atau kurang di sadari petani. Walau sudah di aplikasikan pestisidanya tapi patek masih berkembang.

    Angga Ahmad Esa - Kota Sungai Penuh

    Jawab :

    Salam bang Angga,

    Selain menggunakan pestisida (fungisida yang bersifat preventif atau pencegahan, kita perlu memperkuat kondisi tanaman agar tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit. tanaman mempunyai sistem imun juga kok, tapi karena faktor cuaca, kecukupan nutrisi yang kurang dan kesalahan dalam komposisi pupuk sehingga daya tahan tanaman tetap saja jebol menghadapi pathek maupun penyakit-penyakit lain. Hal ini pernah kami tulis di link berikut, yang bisa Anda pelajari secara lebih lengkap::

    https://mitrabertani.com/artikel/detail/Cara-Efektif-Mencegah-dan-Mengatasi-Antraknosa-pada-Cabai

    Demikian semoga bisa membantu. Salam sukses

    Widodo

  • Tanya :

    Saat menggunakan Morden-Fol / Kalinet apakah perlu perkat dan pembasah? Rekomendasi produk pembasah dan perekat sebaiknya menggunakan apa?

    Interval penggunaan Morden Fol selang berapa hari? Klo interval penggunaan Kalinet selang berapa hari?

    AuDreey _NA - TEMANGGUNG

    Jawab :

    Rekan AuDreey, salam sehat selalu.

    Ada 2 pertanyaan yang Anda ajukan di 2 sesi ya. Akan kami satukan jawaban di sini.
    1. Morden Fol dan Kalinet kan diserap oleh daun ya, Berbeda dengan beberapa jenis pestisida kontak yang tidak diserap oleh daun. Jadi kaau untuk pupuk daun / ZPT /  pestisida sistemik yg diserap tanaman, gunakanlah produk ajuvant (penembus). Ini akan membantu mempercepat merasuknya cairan ke dalam jaringan tanaman. 
    Penembus atau istilahnya adjuvant berbeda dengan perekat, yang mana perekat itu hanya membantu pestisida menempel lebih lama pada daun. Perekat biasanya digunakan untuk pestisida kontak. 
    Meski demikian penembus / ajuvan bisa juga kok dipakai untuk pestisida kontak. Merek adjuvan kami adalah LOADER dan NOZZEL.
    2. Morden-fol diaplikasikan saat menjelang berbunga (jadi sebelum membentuk bunga / bunga masih sedikit. Intervalnya 4 - 7 hari sekali. Sedangkan Kalinet diaplikasikan saat pembentukan calon buah (bhs Jawa : pentil). Untuk aplikasi juga 4 - 7 hari sekali.
    Demikian jawaban kami semoga bisa dipahami.

    Admin

  • Tanya :

    Assalamualaikum wr wb admin, Mau nanya, daun cabe saya menguning dan rontok, bagaimana solusi sebaiknya? Dan cabe udah pada masa generatif. Terimakasih.

    Yoga Rahmata - Solok selatan

    Jawab :

    Waalaikum salam wr, wb, Sdr Yoga,

    Daun cabai yang menguning dan rontok pada saat memasuki fase generatif disebabkan karena gejala senescence / penuaan dini. Masa penuaan yang terlalu dini bisa saja disebabkan banyak hal seperti kesalahan pemupukan, penggunaan ZPT tapi suplai hara kurang, masalah cuaca, kekurangan atau kelebihan air, kekurangan unsur kalsium. Anda bisa secara langsung mendeteksi salah satu atau beberapa dari penyebab tersebut untuk melakukan langkah-langkah koreksi. Demikian, semoga bisa membantu dan tetap semangat.
     

    Widodo

  • Tanya :

    Mau bertanya pak, untuk tanaman cabe bagaimana cara aplikasi pupuk dari awal tanam di media ya pak. Kapan harus di kocor kapan harus di spray dan interval berapa hari masing2 pupuk nya pak. Seperti pengaplikasian pupuk akar, kalsium, daun dan buah? Terimakasih

    Nicko Prastio - Riau

    Jawab :

    Sobat Nicko,

    Untuk pemupukan cabai di media bisa melalui kocoran, bisa pula melalui taju. Namun untuk mempercepat respon tanaman terhadap pupuk, sebaiknya melalui pengocoran. Perlu memperhatikan fase tanaman. Pada tanaman fase tumbuh, usia 15 hst hingga menjelang berbunga gunakan pupuk dg unsur N lebih tinggi, penyemprotan dengan MordenFol. Untuk fase setelah berbunga (saat buah masih kecil-kecil), gunakan pupuk dengan unsur P dan K tinggi pada akar. Penyemprotan daun dengan Kalinet dan Cal-Ha. 

    Admin

  • Tanya :

    Salam. Apa produk Kover WP bisa diaplikasikan pada tanaman bawang merah?

    Herman - Silalahi

    Jawab :

    Salam sobat Herman. Produk Kover WP bisa digunakan pada tanaman apapun termasuk bawang merah. Tujuannya untuk menetralisir keasaman di permukaan daun terutama setelah hujan malam hari, dimana lapisan asam dari residu air hujan malam hari ini merupakan "pupuk" bagi jamur patogen. Selain itu Kover WP bisa menyaring intensitas sinar UV yang berlebihan penyebab tanaman mudah lemas karena penguapan air sel yang berlebihan di saat cuaca panas.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan patek pada tanaman cabe?

    Irfan Agawi Utama - Lampung

    Jawab :

    Salam sobat Irfan Agawi Utama. Terima kasih atas pertanyaannya. Kunci dalam pengendalian hama dan penyakit itu adalah terintegrasi antara pencegahan, tindakan kuratif, dan pemulihan kondisi tanaman pasca serangan. Untuk itu silahkan baca artikel kami berikut: Cara Efektif Mencegah dan Mengatasi Antraknosa pada Cabai

    Semoga artikel tersebut bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Salam admin... mau tanya untuk pupuk/nutrisi Kalinet bisa di gunakan untuk tanaman kopi?

    Doni Saputra - Lampung Barat

    Jawab :

    Salam sobat Doni Saputra. Kalinet bisa digunakan untuk semua tanaman yang menghasilkan buah, biji, maupun umbi. Demikian pula untuk tanaman kopi sudah banyak yang menggunakannya dengan hasil yang sesuai harapan.

    Demikian, semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Apa pupuk terbaik untuk tanaman cabe?

    Farid - Magelang

    Jawab :

    Sobat Farid, untuk pemupukan cabai Anda bisa merujuk pada artikel berikut 

    Cabai Rawit 11 Bulan Lebih, Produktivitas Tinggi dan Bebas Pathek atau silahkan pantau chanel Youtube kami berikut : Mitra Bertani TV
    Semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Salam Admin saya sedang mempelajari proses penanaman cabe rawit dari mulai pengolahan tanah sampai penanaman. Yang semua nya masih dlm proses pengumpulan data. Sebelum saya mulai utk melakukan praktek di lapangan ada artikel mengenai pengganti Mulsa dari Plastik dgn Mulsa dr Jerami. pertanyaan disini ..eman saya sedang memproduksi Fiber Matt or carpet dari bahan Palm Fiber yang mana blm byk diketahui di indonesia, tp Fiber Matt or carpet ini sdh ada di Malaysia sebagai penutup area pada tanaman sawit yg masih baru tanam. pertanyaan ,. Apakah Palm Fiber matt ini bisa saya gunakan sebagai pengganti Mulsa plastik dimana tujuan nya adalah mempertahankan kelembapan dari gundukan tanah tersebut.. dan apakah cara ini sdh pernah dilakukan oleh Team Mitra Bertani ..dan bila sdh .apakah hasil nya sangat baik atau kebalikannya .apakah dgn Palm Fiber ini ,.perlu disemprot Fungisida seblm digunakan . Mohon pnadangan dan arahan dari Team Mitra Bertani ini.. Terima kasih

    Lukman Adham - Cianjur

    Jawab :

    Sobat Lukman Adham. Penggunaan mulsa dari bahan organik seperti jerami atau fiber matt punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk jerami baik digunakan untuk tanah yang tidak mudah basah, karena tanah yang basah akan menyebabkan pembusukan jerami dan mengundang mikroorganisme pengurai. Untuk fiber matt keunggulannya tidak mudah terdekomposisi seperti jerami, namun sayangnya masih ada pori-pori serat sehingga tujuan menjaga kelembabamn tanah seperti fungsi mulsa hitam perak tidak terpenuhi. Kalau tujuan untuk mencegah tumbuhnya gulma, memang fiber matt bisa digunakan.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Untuk pemupukan dasar, kira2 apa saja yang harus dilakukan terlebih dahulu.

    Mawardi - Bogor

    Jawab :

    Sobat Mawardi, pemupukan dasar sebaiknya mengikuti rekomendasi setempat berhubung janis tanah tiap daerah berbeda-beda. Namun untuk lebih mudahnya kami bisa merekomandasikan penggunaan pupuk-pupuk yang slow release (lepas lambat) seperti SP36 dan NPK slow release (Phonska), hal ini agar penghematan dapat dilakukan. Untuk pupuk fast release (lepas cepat) seperti NPK mudah larut (Mutiara, Yara dll) dan pupuk-pupuk bentuk kristal diberikan sebagai susulan agar tidak terbuang percuma. Jangan lupa penggunaan pembenah tanah seperti dolomit dan asam humat (Powersoil).

    Semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Bang untuk masa generatif lebih baik pakai pupuk MKP atau NPK grower?

    Darwis - Medan

    Jawab :

    Salam Bang Darwis. Untuk fase generatif diperlukan unsur K dan P yang lebih tinggi. jadi kami sarankan panggunaan MKP. Untuk NPK Grower dipakai pada saan fase vegetatif (pertumbuhan).

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Mohon petunjuk untuk budidaya padi musim kedua, apa saja yang perlu dilakukan, agar panen bisa maksimal?

    Ikhsan - Jember

    Jawab :

    Sobat Ikhsan ,

    Sayangnya Anda tidak menyebutkan komoditas tanaman apa ya? Namun secara umum, untuk penanaman musim ke-2 yang terutama harus disehatkan adalah kondisi tanahnya, karena setelah penanaman ke-1, banyak anion-anion pupuk yang tak terserap tanaman terikat pada partikel tanah dan ini bisa menimbulkan masalah kejenuhan anion, akibatnya pupuk kurang terserap optimal oleh akar. Pembenah tanah yang kami rekomendasikan adalah asam humat POWERSOIL dicampurkan dengan dolomit. Aplikasinya mengikuti petunjuk pada kemasan, cukup ditabur / dikocorkan pada lubang akar sebelum penanaman, atau dicampurkan pupuk kandang (organik). Dengan demikian anion-anion sisa pupuk musim sebelumnya dapat dinetralisir dan dimanfaatkan kembali oleh tanaman musim ke-2.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Salam admin. Saya mau bertanya, Pestisida apa yg dipake untuk cabe supaya panen bisa terus menerus (tidak pake jeda 2 minggu)?

    Willi - Pontianak

    Jawab :

    Sobat Willi,

    Untuk meningkatkan panen tanaman cabai, yang dipakai bukan pestisida melauinkan pupuk daun. Para mitra petani kami selama ini sudah menggunakan aplikasi Morden-Fol dan Kalinet. Banyak pengalaman teman-teman petani yang sudak pernah kami unggah di chanel Youtube kami yang bisa disimak di https://www.youtube.com/channel/UC2upB84OrqaHE5lM0NHhodA

    Semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Bagaimana cara memaksimalkan cara kerja pestisida?

    Tofik - Grobogan

    Jawab :

    Sobat Tofik,

    Efikasi pestisida di negara tropis seperti Indonesia memang selalu terkendala oleh kondisi cuaca, sifat permukaan daun dan hama sasaran, dan lain sebagainya. Untuk meminimalisir kendala tersebut bisa menggunakan produk adjuvan  seperti Loader atau Nozzel. Berikut link yang Anda bisa pelajari :

    https://mitrabertani.com/artikel/detail/Manfaat-Adjuvan-dalam-Aplikasi-Pestisida-Pupuk-Daun
    Demikian, semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Selamat pagi mitra bertani, salam tani, saya ingin bertanya untuk mengatasi buah rontok pada tanaman cabe merah jenis imola dan colombus. Ini baru mulai berbuah cuman buah sering rontok. Mohon solusi. Terima kasih

    Eko sutrisno - Jombang

    Jawab :

    Sobat Eko sutrisno,

    Kerontokan bunga maupun buah bisa terjadi karena beberapa penyebab. Berhubung kami tidak mengetahui kondisi yang melatarbelakangi tanaman sehingga kami hanya memberikan beberapa alternatif jawaban, silahkan disimak di link berikut:
     https://mitrabertani.com/artikel/detail/Inilah-Beberapa-Penyebab-Bunga-Rontok-dan-Cara-Mengatasinya

    Silahkan dipelajari, semoga bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Assalamualaikum admin.... Kover wp bisa melindungi tanaman dari jamur patogen terutama bercak daun, antraknosa, embun tepung, bercak ungu dan karat buah dan lain-lain. Apakah Kover wp bisa melindungi tanaman dari serangan bakteri ? Terutama pada semangka yang dapat meyebabkan pertumbuhan terhenti jika menyerang pucuk tanaman.

    M Yandi Gufron - Banyuwangi

    Jawab :

    Waalaikum salam sobat Yandi Gufron,
    Kover WP bisa digunakan untuk menghambat pencegahan bakteri patogen. Namun pada kasus pertumbuhan yang terhenti pada semangka tersebut kami kira itu karena infeksi virus atau faktor cuaca. Infeksi virus dapat dikenali dengan adanya serangga vektor jenis kiutu daun, tungau, atau thrips. Jika hama2 tersebut tidak ada, maka kemungkinannya adalah faktor cuaca. Bisa diaplikasikan pupuk Morden-fol atau Kalinet yang mengandung unsur P tinggi dikombinasi dengan pupuk mikro Vitaron.
    Selamat berkarya.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Assalamualaikum admin. Mau konsultasi tentang penyakit semangka bagaimana pencegahan dan pemgobatanya. Kendala saya tanam semangka sampai saat ini pada penyakit puret/bungker(jawa), kalau dari serangan kutu-kutuan masih bisa saya kenali dengan baik, baik serangan dari thrips, kutu kebul dan yang lain. kalau puret yang susah saya kenali penyebabnya apakah dari bakteri atau yang lain yang mana ciri cirinya yaitu kalau pagi daun terlihat seperti kena minyak/terlihat mengkilat, kemudian jika di aplikasikan fungisida/bakterisida, daun melepuh mengkerut ke bawah dan terasa sangat kaku begitu juga dengan pupusnya, kemungkinan masih bisa pulih tapi lama tunggu pupus baru itupun tidak senormal tanaman sehat yang lain. Pertanyaan saya sebenarnya puret seperti yang saya jelaskan apa penyebabnya dan bagaimana pencegahannya? Apakah plastik mulsa bekas juga berpengaruh karena mungkin membawa bakteri dan sejenisnya, karena tanaman tetangga saya dengan plastik mulsa yang baru serangannya hanya di bawah 3 %. Terimakasih atas bantuannya

    M Yandi Gufron - Banyuwangi

    Jawab :

    Waalaikum salam sobat Yandi Gufron.

    Berikut jawaban atas pertanyaannya:

    1. Puret atau keriting pucuk yang menyebabkan tanaman tak bisa berkembang selain disebabkan karena virus, bisa juga karena faktor abiotik (non mahluk hidup), contohnya perubahan cuaca yang mencolok. Biasanya terjadi di musim peralihan. Untuk menanggulanginya selain penggunaan insektisida, perlu pupuk daun dengan kandungan P tinggi yaitu Morden-fol atau Kalinet. Unsur P berfungsi untuk meningkatkan energi agar tanaman kuat dalam beradaptasi.

    2. Dalam pengendalian hama dan penyakit, sebaiknya diiringi dengan upaya PEMULIHAN kondisi tanaman, yaitu dengan aplikasi Vitaron yang berfungsi meregenerasi sel-sel tanaman yang telah rusak akibat serangan hama dan penyakit.

    3. Penggunaan plastik mulsa bekas boleh-boleh saja. Asalkan sebelum tanam permukaan mulsa disemprot terlebih dahulu dengan bakterisida dan fungisida. Agar supaya basah merata dapat ditambahkan produk perata dan pembasah (Loader / Nozzel).
    Semoga bisa membantu, dan sukses untuk Anda.
     

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Salam Admin, mau tanya. Kalau untuk penyemprotan tanaman cabe pengaplikasian Vitaron, Morden sama Kalinet dicampur bisa? Ataukah ada efeknya bila dicampurkan? Terimakasih

    Dhanz - Bantul

    Jawab :

    Salam mas Dhanz,
    Aplikasi Vitaron, Morden sama Kalinet dapat dicampurkan dengan syarat tidak dalam kondisi pekatan. Jadi pencampuran harus di air dan langsung diaplikasikan dalam waktu 10 jam. Jika lebih dari itu semua pupuk daun yang dicampurkan apapun merek (tak hanya Vitaron, Mordenfol dan Kalinet) dan jenisnya akan mengalami reaksi kimiawi yang berpotensi mengurangi efektivitasnya. namun kami sarankan di sini untuk Mordenfol dan Kalinet sebaiknya dibedakan fasenya. Mordenfol untuk fase vegetatif sampai menjelang berbunga, sedangkan Kalinet untuk fase Generatif (saat bunga sudah menjadi calon buah). Sedangkan Vitaron bisa diaplikasikan kapanpun terutama untuk memulihkan tanaman setelah serangan penyakit. Semoga jawaban ini bisa membantu.

    Tim Teknis

  • Tanya :

    Salam admin, mau tanya unsur N diserap tanaman dalam bentuk apa? terima kasih.

    Gana - Sleman

    Jawab :

    Salam bertani mas Gana, Unsur N diserap dalam bentuk NO3 (nitrat) dan NH4 (ammonium). Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di sini.

    Rindo

AJUKAN PERTANYAAN

*Note : WA dan Email tidak akan dipublikasikan