Artikel

Perawatan Bawang Merah Anti Moler Di Musim Hujan

Perawatan Bawang Merah Anti Moler Di Musim Hujan


Karlina Indah / Sabtu,03 Januari 2026

Perawatan bawang merah di cuaca ekstrem harus dimulai sejak pengolahan lahan. Menurut Pak Slamet, kunci utama bukan sekadar mengejar hasil, tetapi menyiapkan tanaman agar kuat menghadapi tekanan cuaca. Pola pengolahan lahannya hampir sama dengan cabai, terutama pada pembuatan bedengan yang rapi dan drainase lancar untuk menghindari genangan air saat hujan lebat. Pada tahap pupuk dasar, Pak Slamet menggunakan 1 kw Phonska subsidi, 1 kw Fertiphos, dan 1 kg Asam humat. Asam humat selalu menjadi komponen wajib karena terbukti membantu menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang cenderung masam akibat hujan terus-menerus. pH tanah yang stabil membuat unsur hara lebih mudah diserap dan akar tumbuh lebih sehat. Setelah bedengan selesai dibentuk dan sebelum ditutup mulsa, lahan disemprot Trichoderma. Agen hayati ini berfungsi menambah populasi jamur baik di dalam tanah. Semakin banyak jamur baik, semakin kuat kemampuan tanah menekan dan menyerang jamur patogen penyebab penyakit. Bedengan yang sudah siap kemudian ditutup mulsa dan didiamkan selama 5 hari sebelum tanam. Waktu ini sengaja dipilih Pak Slamet bukan tanpa alasan, tetapi disesuaikan dengan grafik harga bawang merah. Dengan perhitungan tanam yang tepat, hasil panen diharapkan jatuh pada momen harga terbaik, sehingga petani tidak hanya panen sehat, tapi juga untung.

Strategi Perawatan Intensif Bawang Merah di Cuaca Ekstrem

Setelah benih bawang merah mulai tumbuh, Pak Slamet langsung melakukan langkah perawatan awal dengan penyemprotan Kalsium humat merk dagang CALHA. Tahap ini tidak ditunda karena fase awal pertumbuhan sangat menentukan kekuatan tanaman ke depan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu. Sejak dini, tanaman diarahkan agar memiliki daun dan batang yang kuat, bukan sekadar tumbuh cepat. 5 hari setelahnya, Pak Slamet langsung memasukkan kalium silika atau ORINIT sejak awal pertumbuhan. Kalium berperan penting untuk memperkuat dan memperkokoh batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah meski hujan dan angin datang bersamaan. Sementara itu, silika berfungsi sebagai pelapis lilin alami pada daun, membuat permukaan daun lebih kuat dan tidak mudah ditembus hama maupun penyakit. Orinit diaplikasikan setiap 5 hari sekali, namun dengan dosis rendah. Menurut Pak Slamet, dosis tinggi justru berisiko menyebabkan penuaan dini tanaman. Prinsipnya bukan memaksa cepat besar, tetapi menjaga tanaman tetap awet dan stabil sampai panen. Dampak aplikasi orinit ini sangat terasa di lapangan, tanaman tampak lebih segar, kokoh, dan tidak ditemukan serangan moler sama sekali. Bahkan hama seperti ulat pun cenderung tidak betah pada tanaman yang kaya silika.

Untuk aplikasi nutrisi, Pak Slamet memilih metode semprot daun, bukan kocor. Alasannya sederhana tapi logis. Dalam satu bedengan terdapat 6 baris tanaman dengan jarak tanam 20 × 15 cm, sehingga jika dilakukan pengocoran, pekerjaan tidak akan selesai-selesai dan justru tidak efisien tenaga maupun waktu. Dengan semprot daun, nutrisi bisa lebih merata dan cepat terserap. Dalam aplikasi nutrisi ada 2 metode yang digunakan pak slamet, yang pertama yaitu kombinasi antara pupuk Phospat cair merk dagang Morden Foll + Asam Amino. Morden Foll terbukti menjaga warna hijau daun tetap awet, membantu pembesaran batang, dan merangsang pembentukan anakan. Hasilnya sangat nyata: jumlah anakan bisa mencapai 17 rumpun, dengan rata-rata di atas 13 anakan per tanaman. Semakin banyak anakan, maka potensi umbi yang dihasilkan pun semakin banyak. Sedangkan asam amino membantu pertumbuhan dan pemulihan tanaman. Metode kedua yaitu kombinasi Premino + Calha. Cara pencampurannya: Calha 4 sendok makan dimasukkan ke ember berisi 10 liter air, diaduk hingga rata. Setelah itu, Premino 60 ml dimasukkan ke 10 liter air, baru kemudian kedua larutan tersebut dicampur. Dari hasil pengamatan lapangan, pertumbuhan daun dan batang sama-sama bagus. Namun dari sisi ukuran umbi, kombinasi Premino + Calha menghasilkan umbi yang lebih besar dibandingkan kombinasi MORDEN FOL + PREMINO.

Strategi Aplikasi Pestisida Berbasis Kesehatan Tanaman

Dalam menghadapi cuaca ekstrem, Pak Slamet menegaskan bahwa penggunaan pestisida pada bawang merah bukan untuk mengejar reaksi cepat, melainkan sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan tanaman secara menyeluruh. Prinsip ini membuat aplikasi pestisida dilakukan terukur, tepat waktu, dan tidak berlebihan. Untuk pengendalian penyakit, Pak Slamet melakukan penyemprotan fungisida sebanyak dua kali menggunakan kombinasi bahan aktif dari golongan azol serta azoksistrobin yang dikombinasikan dengan mankozeb blue. Golongan azol berfungsi menekan perkembangan jamur patogen dari dalam jaringan tanaman, sementara azoksistrobin bekerja secara sistemik dan mankozeb berperan sebagai protektan di permukaan daun. Kombinasi ini dipilih agar perlindungan tanaman lebih lengkap, baik dari dalam maupun luar. Penyemprotan ulang dilakukan saat tanaman memasuki umur sekitar 40 hari setelah tanam, yang dikenal sebagai fase awal pembentukan dan pembesaran umbi. Menurut Pak Slamet, fase ini tergolong paling rawan, karena energi tanaman mulai dialihkan dari pertumbuhan vegetatif ke pembentukan umbi. Oleh karena itu, perlindungan fungisida pada umur ini menjadi titik krusial.

Sementara untuk pengendalian hama, Pak Slamet menerapkan pendekatan kombinasi alami dan sintetis. Aplikasi insektisida dilakukan sebanyak dua kali, dengan bahan alami berupa air rendaman tembakau sebagai langkah awal. Larutan ini cukup efektif menekan populasi hama kutu kebul. Untuk pengendalian hama ulat digunakan insektisida sintetis dengan bahan aktif emamektin benzoate. Bahan aktif ini dikenal efektif terhadap ulat dan hama pengunyah, namun tetap digunakan secara bijak agar tidak merusak keseimbangan tanaman. Dengan pola aplikasi seperti ini, fokus utama tetap pada tanaman yang sehat, kuat, dan stabil, bukan tanaman yang bergantung penuh pada pestisida. Pendekatan inilah yang membuat bawang merah tetap produktif meski ditanam di tengah cuaca ekstrem.


Rekomendasi Produk :
PREMINO
CAL-HA
MORDENFOL
ORINIT