Artikel

Meningkatkan Bobot dan Rasa Manis pada Buah Melon dan Semangka

Meningkatkan Bobot dan Rasa Manis pada Buah Melon dan Semangka


Mitrabertani / Rabu,21 Agustus 2019

Kualitas buah semangka dan melon selain ditentukan dari bentuk dan ukurannya juga ditentukan dari kadar rasa manisnya. Umumnya konsumen lebih menyukai buah semangka dan melon yang padat berbobot dan rasanya manis renyah. Buah semangka dan melon yang seperti ini tentu bisa dikatakan bermutu dan bernilai jual lebih tinggi. Bahkan untuk pasar-pasar premium seperti supermarket dan hipermarket mensyaratkan kadar bix minimal secara ketat.

Ukuran kemanisan pada buah-buahan misalnya semangka, melon, apel dan lain-lain dikenal dengan derajat brix, dinyatakan dalam satuan persen (%) atau derajat (-0). Skala Brix ini ditemukan oleh  ilmuwan Jerman, Adolf Ferdinand W Brix di tahun 1870. Derajat brix ini menandakan kadar sukrosa/gula yang kemudian digunakan secara internasional untuk menilai mutu suatu buah-buahan berasa manis yang diekspor ke manca negara. 1% atau 10 brix setara dengan 1 gram gula sukrosa di dalam 100 gram air. Secara gampang 1% brix setara dengan 1 sendok rata (2 gram) gula pasir dilarutkan ke dalam 1 gelas air mineral (200 ml). Alat yang digunakan untuk mengukur adalah Brix Refractometer.

Menurut tabel Refractive Index of Crop Juices – Bionutrient Food Association, berikut sebagian derajat brix beberapa buah-buahan komersial :

Buah

Rendah

Rata-2

Tinggi

Istimewa

Semangka

8

12

14

16

Melon

10

12

14

16

Mangga

4

6

10

14

Pisang

8

10

12

14

Pepaya

6

10

18

22

Apel

6

10

14

18

Tomat

4

6

8

12

Jagung manis

4

10

18

24

 

Buah semangka dan melon yang dijual di pasaran memiliki kualitas dan rasa manis yang beragam. Hal ini disebabkan oleh faktor varitas / genetik yang ditanam, tipe lahan dimana semangka dan melon ditanam, musim (kemarau atau penghujan), serta tentunya pemberian pupuk / nutrisi selama penananan. Meskipun faktor-faktor tersebut merupakan faktor utama, bukannya tidak mungkin tingkat derajat brix ditingkatkan diatas rata-rata. Misalnya di suatu wilayah dengan tanaman semangka dan melon varitas tertentu rata-rata brix yang tercapai adalah 10, kita bisa meningkatkan menjadi 12 bahkan lebih.

Berikut tips-tips meningkatkan kadar brix / kemanisan / gula :

1.   Menanam di hamparan yang tidak ternaungi pepohonan.

Zat gula yang merupakan sumber rasa manis pada semangka dan melon dinentuk dari karbohidrat yang berbahan baku unsur C, H dan O yang tersedia melimpah di udara dan tanah. Dengan bantuan sinar matahari dan unsur-unsur hara lain (N, P dan K) unsur C, H dan O tersebut dibentuk menjadi tubuh tanaman dari akar hingga ujung daun selama masa pertumbuhan. Dan setelah tanaman memasuki fase generatif, kebutuhan unsur C, H dan O meningkat secara pesat, berikut energi yang dibutuhkan untuk memprosesnya. Sumber energi utama adalah sinar matahari dan senyawa adenosine-triphosphate yang terbentuk dari unsur P. Jika pada fase generatif tanaman tidak mengalami kekurangan sinar matahari dan gangguan hama/penyakit, maka pengolahan unsur C, H dan O berlangsung lancar untuk membentuk buah dan kadar gula. Tanaman yang tidak mendapatkan sinar matahari secara optimal akan terhambat pembentukan energi-nya sehingga pengubahan unsur-unsur C, H dan O menjadi zat gula kurang optimal, malahan tanaman lebih rajin membentuk daun.

 2.   Sesuaikan pH tanah

pH tanah yang ideal bagi tanaman semangka dan melon untuk dapat menyerap dan memanfaatkan pupuk lewat akar adalah 6-7. Jika pH tanah di bawah 6 usahakan pemberian dolomit / kapur pertanian pada saat pembuatan bedengan.

 3.  Cukupi bahan organik.

Tanaman semangka dan melon dan melon sangat membutuhkan bahan organik. Bahan organik bisa diperoleh dari pupuk kandang / kompos, namun kedua bahan tersebut lebih bersifat sebagai pembenah tekstur tanah dan lambat menyediakan bahan-bahan organik. Bahan organik secara instan dapat diberikan ke perakaran adalah  POWERSOIL  yang mengandung bahan organik instan berupa asam humat larut air sehingga lebih mudah dan cepat dimanfaatkan oleh akar tanaman.

4.   Sesuaikan bentuk pupuk akar dengan jenis tanah

Agar pemberian unsur hara lebih efektif dan efisien, berikan pupuk dalam bentuk menyesuaikan tekstur tanah. Untuk lahan berpasir sebaiknya pupuk diberikan dengan dalam bentuk taju atau tabur di sekitap perakaran dan disirami air secara rutin. Sedangkan untuk lahan tanah liat lebih cocok diberikan dalam bentuk kocoran. Jika tanah terlalu liat terutama di musim kemarau sehingga tidak mudah meresapkan air perlu ditambahkan  TARASTICK  (4 ml/liter) atau  LOADER   (1 ml/liter air) dicampurkan pada larutan pupuk, tidak perlu setiap pengocoran tetapi cukup tiap 2 – 3 kali pengocoran.

5.   Cukupi fosfat, kalium dan boron secara instan dengan  KALINET 

Pada fase pembentukan buah, unsur terpenting adalah P, K dan B. Unsur P berperan sebagai pembentuk adenosine-triphosphate sebagai sumber energi tanaman (seperti disebut pada no. 1). Unsur K sebagai pengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh tanamaan, mengangkut ion-ion hara C, H dan O sebagai bahan zat gula ke jaringan buah. Unsur B berperan dalam menunjang unsur K dalam penimbunan zat gula dalam jaringan buah. Fase pembentukan buah ini berlangsung cepat sehingga membutuhkan asupan unsur P, K dan B secara cepat, instan dan tepat sasaran yaitu daun sebagai “dapur” tanaman. Oleh karenanya pemberian ketiga unsur ini lebih tepat langsung pada daun dengan pemberian  KALINET .

7.   Membatasi pengairan dan N tinggi

Saat tanaman semangka atau melon telah sampai pada fase pertengahan pembentukan buah sebaiknya pengairan mulai dibatasi agar kadar air dalam buah tidak terlalu tinggi yang berpotensi mengurangi rasa manis bahkan pecah buah (cracking) akibat kulit buah tidak dapat menampung tingginya kadar air.  

Selain itu khususnya pada lahan-lahan yang cenderung basah / lembab atau mengikat air, hindari penggunaan pupuk N dalam bentuk nitrat. Kadar nitrat yang terlalu tinggi juga menyebabkan terjadinya cracking.


Rekomendasi Produk :
KALINET
POWERSOIL
VIGORIN