Artikel

Dibalik Sukses  Budidaya Cabai Tanpa Mulsa Maupun Pupuk Dasar

Dibalik Sukses Budidaya Cabai Tanpa Mulsa Maupun Pupuk Dasar


Roby & Farid / Selasa,20 Oktober 2020

Di kesempatan kali ini kita akan bersama-sama belajar dari salah seorang petani yang bernama  Bapak Suradi.  Beliau ini adalah salah satu petani cabai yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak,  Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tidak hanaya beliau saja  yang membudidayakan cabai tapi masyarakat sekitarnya pun juga rata rata bermata pencahariaan sebagai petani. Sehingga tidak heran lagi jika memang di wilayah Bapak Suradi ini merupakan wilayah pertanian yang bisa di katakan sangat maju.

Karena tidak hanya disektor pertaniannya saja yang sudah sangat maju dengan pesat jika dibandingkan di wilayah lain taraf petani di sekitar wilayah beliaupun juga bisa dikatan mempunyai taraf ekonomi yang sangat baik. Dengan menggunakan system tanam serempak dan bekerja sama dengan para bakul dan pengalokasian pemasaran yang tertata dengan baik pula sehingga pada wilayah beliau ini harga panen dari petani khususnya pada hasil panen budidaya cabai sangatlah baik.

Oleh sebab itulah di sini kita akan memberikan sedikit informasi mengenai teknologi atau cara budidaya cabai terbaru yang di gunakakan oleh para petani diwilayah tersebut khususnya juga dipakai oleh Bapak Suradi sendiri, yang mana penggunaan mulsa plastik hitam perak yang umumnya digunakan bertanam cabai diganti dengan jerami padi.

 

ALASAN PENGGUNAAN JERAMI SEBAGAI PENGGANTI MULSA PLASTIK

Mungkin sahabat petani semua saat ini bertanya-tanya mengapa harus menggunakan jerami padi sebagai pengganti mulsa plastik hitam perak?  Dan ternyata Bapak Suradi sendiri ternyata sudah mempertimbangkan banyak hal sehingga beliau tidak sembarang memilih suatu bahan yang akan digunakan dimana bahan tersebuta nantinya akan sebagai pengganti mulsa.

Nah berikut ini adalah pemaparan beliau saat kami wawancara :

 

Mampu Mengurangi Biaya

Alasan yang pertama kenapa beliau mengguanakan jerami padi sebagai pengganti mulsa adalah sebagai salah satu cara untuk mengurangi atau menghemat biaya produksi saat pengolahan lahan atau pembuatan bedengan dimana itu nanti akan di tanami tanaman palawija khususnya tanaman cabai.

Kita disini pun semua tahu bahwa penggunaan biaya untuk pengguanaan mulsa sendiri untuk sebagai modal awal penanam berbagai budidaya sayur dan palawija khusunya tidak lepas dari kebutuhan plastic mulsa yang dimana jika kita membeli  plastik mulsa sendiri kita perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga beliau lebih memilih untuk menggunakan jerami padi sebagai pengganti mulsa dengan harapannya biaya akan semakin irit dan biaya yang seharusnya untuk membeli mulsa bisa dialokasikan ke yang lain.

 

Menggunakan Bahan Organik Alami

“Kembali Ke Alam” tutur beliau sebagai alasan kedua mengapa beliau menggunakan padi jerami sebagai pengganti mulsa untuk budidaya cabainya  saat ini. Karena memnag tidak bisa kita pungkiri saat ini banyak sekali penggunaan bahan bahan kimia yang di gunakan oleh petani sebagai komponen pendukung budidaya pertanian dengan harapan hasil panen bisa melimpah tanpa memikirkan jangka kedepannya

Itulah mengapa Bapak Suradi ini mengguanakan bahan organik jerami padi sebagai pengganti mulsanya, Karena menurut beliau jerami padi ini tidak hanya sebagai pelindung tanaman dan juga memperlambat bertumbuhnya gulma-gulmai seperti  fungsi mulsa pada umunya.  Akan tetapi jerami padi  ini jika nanti membusuk secara sendirinya sejalan dengan pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan, Maka secara tidak langsung akan menjadi pupuk organik oleh tanaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya seperti mulsa plastik.

 

Tentang Penggunaan Pupuk

Perlu sahabat petani ketahui juga dalam budidaya cabainya Bapak Suradi ini tidak menggunakan pupuk dasar sama sekali. Ternya beliau menggunakan sistem kocor sebagai pengganti pupuk dasarnya. Hal tersebut dilakukan  karena dengan menggunakan sistem kocor pupuk yang digunakan akan lebih mudah di serap oleh tanaman karena sudah berbentuk cair.

Sedangkan pupuk yang beliau gunakan sendiri adalah pupuk kocor pada umumnya yakni pupuk jenis NPK dan apabila tanaman sudah masuk ke  masa generativ beliau menggantinya dengan menggunakan pupuk KCl agar pertumbuhan bunga dan buahnya dapat tumbuh secara maksimal.

Selain penggunakan pupuk kocor ternya beliau juga memperhatikan penggunakan nutrisi tanaman melalu aplikasi semprot. Hal tersebut menurut beliau juga merupakan hal yang sangat penting karena untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Karena seperti yang sudah kita jelaskan di awal tadi bahwa lahan beliau ini merupakan lahan yang tidak menggunakan pupuk dasar sama sekali sehingga bisa kita ketahui bersma betapa sangat penting sekali penggunaan nutrisi sebagai pemaksimal tanamannya.

 

Tentang Perawatan

Hal yang tak kalah penting dalam dunia pertanian adalah cara perawatan yang digunakan oleh petani dimana hal tersebut akan cukup berperan sanagat besar terhadap hasil panen nantinya. Disini Bapak Suradi sendiri memilih MORDEN FOL sebagai nutrisi ( semprot ) pertumbuhan dan daunya. Sedangkan untuk penggunaannya sendiri  beliau hanya mengguanakan 1 tutup botol atau 1 ml/16 liter air untuk aplikasi penyemprotannya.

MORDEN FOL sendiri merupakan nutrisi  yang mengandung fosfat dalam bentuk piridoxin pyrofosfen dan magnesium. Keunggulanya adalah mampu meningkatkan energi sebagai “bekal” bagi tanaman di saat sedang mengalami cuaca yang ekstrim, misalnya di tengah perubahan cuaca. Sehingga kita tidak heran lagi jika tanaman beliau ini  meski tanpa pupuk dasarpun masih tetap segar dan juga sangat sehat.

Bahkan Bapak Suradi pun menambahkan bahwa setelah dilakukanya aplikasi semprot dengan menggunakan MORDEN FOL tanaman cabainya  menjadi sangat subur, daun tanamanya menjadi sangat rimbun, ditambah warna daun yang berwarna hijau cerah. Tidak hanya sampai situ saja, beliau juga mengungkapkan bahwa kini daun tanaman cabai yang beliau budidayakan saat ini sangatlah sehat dan juga mampu mengurangi adanya serangan hama dan juga jamur.

 

Menggunakan Nutrisi Pembentukan Buah

Di saat tanaman sudah memulai berbunga  hingga berbuah Bapak Suradi beralih dari penggunaan pupuk  MORDEN FOL ke KALINET yang mengandung kalium, fosfat, dan boron. Tujuanya yakni untuk memperbanyak pertumbungan bunga yang nantinya akan menjadi buah, Mencegah kerontokan bunga dan juga buah, Sehingga presentasi panen akan mengahsilkan buah semakin banyak pula.

Beliau juga mengungkapkan bahwa setelah menggunakan KALINET sebagai nutrisi bunga dan buahnya sangat terasa sekali hasilnya mulai dari buah yang makin keras sehingga buah pun menjadi sangat berbobot, dan warna buah yang sanagt mengkilap sehingga banyak sekali diburu oleh pasaran sehingga produktifitas tanaman cabainya sangat memuaskan.

Untuk lebih jelasnya, teman-teman petani bisa simak di video ini.

Selain cabai keriting, Bapak Suradi juga menanam cabai rawit dengan perlakuan yang sama.

Selamat dan terus maju Bapak Suradi dan sahabat petani petani yang lain.

 


Rekomendasi Produk :
KALINET
MORDENFOL