Cara Mengatasi Keriting Daun dan Bercak Daun Pada Tanaman Tomat Di Musim Hujan
Karlina Indah / Jumat,14 November 2025
Di tengah banyaknya keluhan petani mengenai sulitnya menanam tomat di musim hujan, ada satu nama dari Wonosobo yang justru berhasil membalik keadaan. Mas Adek, sosok yang dikenal para petani sebagai “guru segala tanaman”. Saat sebagian besar petani mengeluh karena produktivitas anjlok, buah mengecil, pohon keriting parah, hingga serangan bercak daun yang tak kunjung reda, Mas Adek justru sedang menikmati hasil panen melimpah. Harga tomat di Wonosobo saat ini berada di kisaran Rp7.000/kg, dan beliau berhasil memaksimalkan momentum tersebut. Yang membuatnya menarik, Mas Adek tidak hanya merawat satu lahan, tetapi dua sekaligus. Pada lahan sebelumnya, akumulasi produktivitasnya mencapai 20 ton dari 4.500 tanaman, atau hampir 5 kg per tanaman, angka yang sangat jarang dicapai saat kondisi cuaca tidak menentu. Padahal kita tahu, ketika tomat mulai terserang keriting daun, harapan untuk mendapatkan buah maksimal biasanya langsung turun drastis. Umumnya tanaman hanya mampu menghasilkan 1–2 buah, itupun kecil dan tidak layak jual. Belum lagi tantangan bercak daun dan hawar daun yang hampir selalu muncul pada intensitas hujan tinggi. Melihat kondisi ini, banyak petani bertanya-tanya: apa rahasianya? Apa yang berbeda dari cara Mas Adek merawat tomatnya? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci bagaimana cara beliau mengantisipasi serangan keriting daun sejak awal, serta kiat meminimalisir penyakit tomat di musim hujan agar produksi tetap optimal.
1. Tanah: Fondasi Utama Agar Daun Tomat Tidak Keriting
Menurut Mas Adek, kunci pertama untuk mencegah keriting daun pada tomat adalah kondisi tanah. Persiapan lahan lengkap ala Mas Adek dapat dilihat pada artikel ini. Tanah yang sehat bukan hanya soal subur, tetapi harus berada pada pH ideal 6,6–7. pH yang terlalu asam akan membuat akar stres, penyerapan unsur hara terganggu, dan akhirnya tanaman mudah terserang keriting daun. Karena itu, pengecekan pH wajib dilakukan setiap dua minggu sekali agar perubahan kondisi tanah bisa segera terpantau. Jika hasil pengecekan menunjukkan pH turun hingga angka 5, maka tindakan koreksi harus dilakukan secepat mungkin. Mas Adek memilih dua cara yaitu dengan mengocor kalsium atau memberikan kapur dolomit. Di musim hujan, banyak petani ragu melakukan pengocoran karena tanah sudah basah. Namun menurut beliau, pengocoran tetap aman, asalkan tekniknya tepat. Larutan kalsium dibuat lebih pekat, dan aplikasinya dilakukan di samping tanaman atau pada lubang susulan, bukan langsung di pangkal batang. Untuk kalsium yang digunakan, Mas Adek mengandalkan CalHa. Pada fase Vegetatif kalsium dibserikan dengan cara kocor, sedangkan di fase generatif, terutama saat tomat mulai memasuki umur 70 HST, kalsium diberikan melalui penyemprotan daun.
2. Makanan Yang Tepat Sesuai Fase Tanaman
Bagi Mas Adek, keberhasilan budidaya tomat sangat ditentukan oleh bagaimana petani memberikan makanan yang tepat sesuai fase tanaman. Saat nutrisi terpenuhi dan tanaman tidak mengalami stres, daya tahan meningkat sehingga serangan penyakit maupun keriting daun jauh lebih mudah dikendalikan. Karena itu, penyemprotan harus dilakukan secara rutin, dengan interval 5 hari sekali dan aplikasi yang benar-benar basah merata, bukan sekadar kabut tipis. Serangan keriting daun tidak lepas dari adanya hama. Untuk pengendalian hama, Mas Adek menekankan pentingnya rotasi insektisida agar tidak terjadi resistensi. Beberapa insektisida yang digunakan adalah Agrimec, Samite, Windr, Pegasus, dan Curacron, semuanya wajib di-rolling tanpa mengulang bahan aktif terlalu sering. Pada nutrisi daun, Mas Adek menggunakan Morden Foll sejak usia tanaman 5–40 HST untuk memperkuat pertumbuhan awal. Memasuki fase buah menuju matang, diberikan pupuk kalium cair merk dagang Kalinet, dengan dosis 500 ml per drum, yang menurut beliau sangat berpengaruh terhadap ketebalan kulit buah, intensitas warna dan bobot buah. Dengan pemberian makanan atau nutrisi yang tepat ini terbukti tanaman terhindar dari keriting daun dan pastinya berbuah maksimal.
Pencegahan Penyakit Musim Hujan: Kunci Utama Ada pada Teknik Semprot
Musim hujan selalu identik dengan keluhan petani mengenai serangan jamur. Di dataran tinggi, masalah ini biasanya semakin parah karena kelembapan tinggi membuat bercak daun dan hawar daun berkembang sangat cepat. Namun menariknya, di lahan Mas Adek justru kondisi tetap aman, hanya dua bedeng yang menunjukkan gejala berbeda. Setelah ditelusuri, penyebabnya bukan jamurnya, tetapi alat semprot diesel duduk yang tidak pernah dicuci. Sisa obat dari penyemprotan sebelumnya mengendap, lalu tercampur kembali ke larutan baru sehingga kualitas semprotan berubah dan efektivitas obat menurun drastis.
Untuk pencegahan penyakit, Mas Adek menggunakan kombinasi fungisida yang umum dipakai di dataran tinggi, yaitu Mankozeb, Orondis Opti, Cabriotop, dan Kover WP. Untuk fungisida sistemik, beliau selalu melakukan rotasi agar jamur tidak kebal. Setiap kali melakukan penyemprotan, fungisida sistemik wajib masuk, bukan hanya kontak saja. Dan yang tak kalah penting: penyemprotan harus benar-benar basah dan merata. Menurut beliau, barang yang sama tapi cara semprot berbeda, hasilnya juga bisa jauh berbeda. Jika dihitung, biaya perlindungan tanaman sebenarnya tidak mahal. Namun strategi penyemprotan yang benar-benar tepat inilah yang membuat hasil panen Mas Adek sangat memuaskan.
Keberhasilan Mas Adek dalam budidaya tomat membuktikan bahwa produktivitas tinggi tidak hanya bergantung pada varietas atau cuaca, tetapi pada ketelitian dalam merawat tanah, ketepatan memberi nutrisi, serta kedisiplinan mencegah penyakit. Dengan pH terjaga, nutrisi sesuai fase, rotasi insektisida yang benar, dan teknik semprot yang presisi, tanaman tetap sehat meski menghadapi musim hujan. Pendekatan sederhana namun konsisten inilah yang membuat hasil panen beliau jauh di atas rata-rata. Penjelasan lengkap mengenai pencegahan penyakit ini dapat dilihat pada video ini.
Cari
KATEGORI : |
|---|
| Pengetahuan |
| Kiat Pertanian |
| Solusi Masalah |
| Berita Inspirasi |