Artikel

5 CARA MENGATASI SERANGAN ULAT PADA CABAI DI MUSIM KEMARAU, JANGAN SAMPAI GAGAL PANEN SAAT HARGA TINGGI!

5 CARA MENGATASI SERANGAN ULAT PADA CABAI DI MUSIM KEMARAU, JANGAN SAMPAI GAGAL PANEN SAAT HARGA TINGGI!


Karlina Indah / 11 Oct 2026

Harga cabai merah keriting yang sedang tinggi menjadi peluang bagi petani untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Setelah melewati proses budidaya yang Panjang, masa panen tentu menjadi momen yang paling dinantikan. Namun, harapan tersebut bisa berubah menjadi kerugian ketika buah cabai justru rusak akibat serangan ulat. Buah yang seharusnya bisa dijual dengan harga tinggi menjadi berlubang, membusuk, bahkan tidak layak dipasarkan. Lantas, apa gunanya harga cabai mahal jika sebagian hasil panen justru rusak sebelum sampai ke tangan pembeli? Serangan ulat menjadi tantangan serius di musim kemarau saat ini. Kondisi cuaca yang hangat dapat memengaruhi perkembangan sejumlah jenis serangga hama. Pada kondisi suhu yang sesuai, beberapa jenis ulat dapat berkembang lebih cepat. Jika ketersediaan tanaman inang melimpah dan pengendalian belum berjalan efektif, populasi hama berpotensi meningkat dan menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Sayangnya, serangan ulat tidak selalu mudah dikenali sejak awal. Telur yang menempel di bagian bawah daun sering luput dari pengamatan, sedangkan ulat yang masih berukuran kecil sulit ditemukan di antara rimbunnya tanaman.  Karena itu, petani tidak cukup hanya mengandalkan penyemprotan ketika gejala kerusakan mulai terlihat. Mengenali tanda serangan sejak dini, memahami jenis hama yang menyerang, dan menentukan langkah pengendalian yang tepat menjadi kunci untuk melindungi buah cabai. Lalu, bagaimana cara mengenali serangan ulat dan mengendalikannya agar hasil panen tetap terjaga saat harga cabai sedang tinggi? Penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Kenali Musuhnya! Tidak Semua Ulat Menyerang Cabai dengan Cara yang Sama

Sebelum melakukan pengendalian, petani perlu mengenali jenis ulat yang menyerang tanaman cabai. Sebab, setiap jenis ulat memiliki kebiasaan makan dan bagian tanaman yang diserang berbeda. Ada 2 jenis ulat yang sering menyerang tanaman cabai:

1. Ulat grayak. Larvanya memakan jaringan daun hingga berlubang, bahkan dapat menyisakan tulang daun jika serangannya berat. Beberapa jenis ulat grayak juga dapat menyerang bagian tanaman lainnya, termasuk buah. Contoh penampakan ulat grayak bisa dilihat di gambar berikut:

2. Ulat buah (Helicoverpa spp.) dapat menyerang buah cabai secara langsung. Ulat ini membuat lubang pada buah, kemudian memakan bagian dalamnya. Akibatnya, buah yang awalnya terlihat sehat bisa mengalami kerusakan, membusuk, dan kehilangan nilai jual. Serangan dapat sulit diketahui jika ulat bersembunyi di dalam buah.

Lalu, bagaimana mengenali serangan ulat di lapangan? Perhatikan beberapa tanda, seperti lubang pada buah, kotoran ulat di sekitar lubang atau bagian tanaman, daging buah yang rusak, serta keberadaan larva pada daun, pucuk, bunga, atau buah. Periksa tanaman secara teliti karena ulat muda biasanya berukuran kecil dan sulit terlihat.  Namun, perlu diingat bahwa buah cabai berlubang tidak selalu disebabkan oleh ulat. Hama lain, seperti lalat buah, juga dapat menimbulkan kerusakan pada buah. Oleh sebab itu, pastikan penyebab serangan terlebih dahulu sebelum menentukan pengendalian. 

5 Cara Mengendalikan Ulat pada Cabai agar Serangan Tidak Makin Parah

Menghadapi serangan ulat pada tanaman cabai tidak cukup hanya dengan menyemprotkan insektisida. Petani perlu melakukan beberapa langkah sekaligus agar populasi ulat berkurang dan kerusakan tanaman tidak semakin meluas. Berikut cara yang bisa dilakukan di lahan.

1. Jangan Biarkan Ulat Berkembang Biak, Segera Ambil dan Musnahkan! Jika jumlah ulat masih sedikit, petani bisa mengendalikannya secara manual. Periksa bagian bawah daun, pucuk tanaman, bunga, hingga buah cabai. Telur dan ulat yang ditemukan bisa diambil, kemudian dimusnahkan dengan cara yang aman. Lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama saat tanaman mulai menunjukkan gejala daun berlubang atau buah mengalami kerusakan. Semakin cepat ulat ditemukan, semakin mudah pula pengendaliannya. Jangan menunggu sampai hampir seluruh tanaman rusak baru melakukan tindakan.

2. Buah Cabai Berlubang? Jangan Dibiarkan Begitu Saja! Buah cabai yang terserang ulat sebaiknya segera dipetik dan dikumpulkan. Buah tersebut jangan dibiarkan berserakan di sekitar tanaman karena larva yang masih hidup dapat terus berkembang. Musnahkan buah terserang dengan cara yang aman dan sesuai kondisi setempat. Hindari membuangnya begitu saja ke tepi lahan atau tumpukan sampah terbuka. Langkah sederhana ini membantu memutus perkembangan hama sekaligus mengurangi sumber serangan berikutnya.

3. Gulma Bisa Jadi Tempat Persembunyian Ulat! Gulma dan sisa tanaman yang tidak dikelola dapat menjadi tempat berlindung bagi sebagian jenis hama. Karena itu, petani perlu membersihkan gulma di sekitar tanaman cabai dan mengelola sisa tanaman dengan benar. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua gulma menjadi inang ulat. Lahan yang bersih dan mudah diperiksa juga membantu petani menemukan gejala serangan lebih awal.

4. Gunakan Insektisida yang Tepat, Baik Jenis Maupun Dosis ! Insektisida dapat digunakan sesuai kebutuhan. Beberapa bahan aktif yang dapat dipertimbangkan antara lain emamektin benzoat, metomil, klorfenapir, dan broflanilida. Jangan asal memilih bahan aktif! Pastikan produk terdaftar untuk tanaman cabai dan hama sasaran. Ikuti dosis dan interval penyemprotan yang tercantum pada label. Aplikasikan pada sore hari, selain ulat mulai menyerang tanaman di sore menjelang petang, terdapat beberapa bahan aktif insektisida yang tidak optimal apabila terpapar sinau matahari. Rotasikan insektisida berdasarkan kelompok cara kerja atau kode IRAC, bukan sekadar mengganti merek, untuk membantu memperlambat resistansi hama.

5. Rutin Berikan Silika.  Silika dapat membantu memperkuat jaringan tanaman sehingga berpotensi meningkatkan ketahanan fisik terhadap gangguan hama tertentu. Silika yang terserap dan terakumulasi pada jaringan tanaman dapat membuat jaringan lebih sulit ditembus atau dimakan oleh sebagian serangga. Selain itu, partikel silika juga dapat meningkatkan keausan mandibel atau rahang saat digunakan untuk mengunyah tanaman. Salah satu merk dagang produk pertanian yang mengandung silika yaitu KOVER WP.

Serangan Ulat pada cabai bukan masalah yang bisa dibiarkan sampai tanaman rusak parah. Mulai dari mengenali jenis ulat, mengambil ulat dan telur, menjaga kebersihan lahan, hingga menggunakan insektisida dan silika secara tepat. Ingat, semakin cepat serangan dikenali dan ditangani, semakin besar peluang petani menjaga tanaman tetap sehat dan hasil panen tetap maksimal!


Rekomendasi Produk :
KOVER WP