Artikel

SEMPAT TERSERANG KERITING, PETIKAN KE-15 TEMBUS 1 TON LEBIH! BONGKAR RAHASIA PERAWATAN CABAI DI MUSIM KEMARAU

SEMPAT TERSERANG KERITING, PETIKAN KE-15 TEMBUS 1 TON LEBIH! BONGKAR RAHASIA PERAWATAN CABAI DI MUSIM KEMARAU


Karlina Indah / 21 Oct 2026

Musim kemarau sering menjadi momok bagi petani cabai. Tanaman stres, daun keriting, bunga rontok, hingga buah gagal berkembang. Tak sedikit petani yang harus menelan kerugian karena hasil panen tak sebanding dengan biaya perawatan. Namun, di tengah kondisi yang bikin banyak petani angkat tangan, ada cerita menarik dari lahan cabai milik Mas Fauzan di Kecamatan Ngluwar. Dengan populasi sekitar 1.300 batang, kebun cabai merah miliknya mampu menghasilkan lebih dari 1 ton pada petikan ke-15! Bukan cuma itu, buahnya juga tampak lebat. Padahal, perjalanan tanamannya tidak selalu mulus. Tanaman ini sempat terserang keriting, masalah yang kerap membuat petani khawatir hasil panennya bakal anjlok. Lantas, bagaimana Mas Fauzan merawat tanamannya hingga mampu pulih dan tetap berproduksi di tengah tantangan musim kemarau? Apa yang dilakukan sejak awal budidaya hingga perawatan menjelang panen? Mari belajar langsung dari prosesnya, bukan sekadar melihat hasil panennya!

Kunci Budidaya Cabai Musim Kemarau, Benahi Tanahnya Dulu!

Menurut Mas Fauzan, salah satu kunci budidaya cabai agar tetap produktif saat musim kemarau adalah menyiapkan tanah sejak awal. Sebab, tanaman cabai membutuhkan tanah yang subur, gembur, dan mampu menyimpan air dengan baik. Kalau tanahnya saja kurang mendukung, perawatan tanaman ke depannya tentu akan lebih sulit.

Mas Fauzan menggunakan lahan baru untuk menanam sekitar 1.300 batang cabai merah. Sebelum lahan diolah menggunakan traktor, ia terlebih dahulu menebarkan pupuk kandang ayam sebanyak 45 karung. Kemudian, lahan diairi lalu dibiarkan sampai airnya menyusut. Setelah itu, dolomit sebanyak 15 sak ditaburkan, kemudian lahan diolah menggunakan traktor. Pupuk kandang sengaja ditebar sebelum pengolahan agar tercampur merata dengan tanah. Jadi, pupuk tidak hanya menumpuk di satu bedengan. Menurut Mas Fauzan, penggunaan pupuk kandang tidak perlu disesali karena manfaatnya penting untuk memperbaiki kesuburan tanah. Namun, saat musim hujan, dosisnya perlu dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Setelah tanah selesai diolah, bedengan dibuat setengah jadi. Mas Fauzan kemudian menambahkan 10 sak dolomit, 50 kg Fertiphos, dan 10 kg NPK 161616. Bedengan dibuat dengan tinggi sekitar 50 cm dan jarak tanam 50 cm. Mengapa bedengan dibuat tinggi? Tujuannya agar akar punya ruang lebih luas untuk tumbuh. Akar yang berkembang dengan baik akan lebih leluasa mencari air dan unsur hara di dalam tanah. Apalagi saat musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Sebelum mulsa ditutup, Mas Fauzan juga memberikan asam humat dan Trichoderma. Keduanya diaktivasi menggunakan molase, dengan komposisi setengah kilogram asam humat dan seperempat kilogram Trichoderma. Setelah di semprot dua bahan ini dan di tutup mulsa, laha didiamkan sekitar 20 hari.

Menjelang penanaman, tanaman dikocor menggunakan asam humat dengan dosis 3 sendok makan per tangki. Hasilnya, menurut pengalaman Mas Fauzan, jumlah tanaman yang mati tergolong sedikit. Dari sekitar 1.300 batang, tanaman yang perlu disulam tidak sampai 20 batang. Dari sini kita bisa belajar bahwa persiapan lahan bukan pekerjaan yang bisa disepelekan. Jangan hanya mengejar pupuk yang diberikan setelah tanaman tumbuh. Tanah perlu dipersiapkan sejak awal supaya akar bisa berkembang dan tanaman punya bekal untuk menghadapi musim kemarau.

Perawatan Cabai: Nutrisi Rutin dari Akar dan Daun

Setelah tanaman tumbuh, perawatan harus tetap berjalan. Mas Fauzan tidak hanya mengandalkan pupuk dasar, tetapi juga memberikan nutrisi secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga. Untuk pemupukan melalui akar, Mas Fauzan menggunakan NPK 16, DAP, dan magnesium sulfat. Pemberiannya diulang sekitar 7–10 hari sekali hingga tanaman memasuki fase pembungaan. Sementara itu, perawatan melalui daun dilakukan setiap lima hari sekali menggunakan Morden Fol, magnesium, Vitaron SL, dan asam amino. Perawatan dari akar bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman melalui tanah, sedangkan pemberian melalui daun menjadi pelengkap sesuai kebutuhan tanaman.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kelembapan tanah. Saat musim kemarau, tanah yang terlalu kering bisa menghambat penyerapan unsur hara. Akibatnya, meskipun pupuk sudah diberikan, tanaman belum tentu bisa memanfaatkannya dengan baik. Karena itu, petani perlu rutin mengecek kondisi tanah dan tanaman. Kalau tanah mulai kering, pengairan perlu disesuaikan. Perhatikan juga warna daun, pertumbuhan batang, dan kondisi bunga. Jangan sampai tanaman sudah menunjukkan masalah, tetapi baru dilakukan perawatan setelah kondisinya semakin parah.

Pemulihan Keriting Daun, 3 Kali Semprot Sembuh Total

Perjalanan Mas Fauzan dalam membudidayakan cabai juga tidak selalu mulus. Saat berumur sekitar 50 HST, tanaman terserang keriting yang diduga berkaitan dengan serangan trips. Serangan seperti ini tentu membuat petani khawatir. Apalagi, tanaman sudah dirawat sejak awal dan diharapkan segera tumbuh subur untuk menghasilkan banyak buah. Kalau pertumbuhan terganggu, panen bisa mundur dan hasilnya berpotensi menurun.

Lalu, apa yang dilakukan Mas Fauzan?

Menurut pengalamannya, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada insektisida. Pengendalian hama harus dilakukan dengan benar, menggunakan insektisida sesuai dosis anjuran dan rutin memantau kondisi tanaman.  Selain mengendalikan hama, Mas Fauzan tetap memperhatikan nutrisi dan kelembapan tanah. Tanaman harus mendapatkan air dan nutrisi yang cukup agar mampu melanjutkan pertumbuhannya. Jadi, ketika tanaman terserang, jangan hanya sibuk menyemprot bagian atas, tetapi periksa juga kondisi tanah dan perakarannya. Alhamdulillah, tanaman Mas Fauzan mampu pulih dan kembali melanjutkan produksi. Meski begitu, serangan tersebut tetap meninggalkan dampak. Batang tanaman menjadi lebih pendek dan waktu panen mundur. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi petani cabai. Saat tanaman terserang keriting, jangan buru-buru menyerah, tetapi jangan pula asal memberikan perlakuan. Cari tahu penyebabnya, kendalikan hama dengan tepat, jaga kelembapan tanah, dan penuhi kebutuhan nutrisi tanaman.


Rekomendasi Produk :
MORDENFOL
VITARON