DAUN CABAI MENGUNING? JANGAN LANGSUNG TAMBAH UREA, KENALI 4 UNSUR HARA YANG BISA JADI PENYEBABNYA
Karlina Indah / 03 Oct 2026
Daun cabai tiba-tiba menguning? Jangan buru-buru mengambil pupuk urea. Memang, kekurangan nitrogen bisa membuat daun cabai menguning. Namun, daun kuning tidak selalu berarti tanaman kekurangan nitrogen. Ada daun yang menguning mulai dari daun tua, ada yang justru menyerang daun muda. Ada yang seluruh permukaan daun berubah pucat, tetapi ada juga yang hanya bagian di antara tulang daun yang menguning. Artinya, warna kuning pada daun sebenarnya sedang memberi petunjuk tentang masalah yang terjadi pada tanaman. Salah membaca gejala bisa membuat petani salah memberikan pupuk. Bukannya masalah selesai, biaya pemupukan justru bertambah. Bahkan, pemberian unsur yang sebenarnya tidak dibutuhkan dapat mengganggu keseimbangan hara lainnya. Lalu, bagaimana cara membedakannya?
1. Kekurangan Nitrogen
Coba perhatikan bagian bawah tanaman cabai. Jika daun yang lebih tua terlebih dahulu berubah menjadi hijau pucat, kemudian menguning secara relatif merata, sementara pertumbuhan tanaman terlihat lambat dan kurang subur, nitrogen (N) bisa menjadi salah satu penyebabnya. Nitrogen termasuk unsur yang mudah dipindahkan di dalam tanaman. Ketika persediaannya terbatas, tanaman akan memindahkan nitrogen dari daun tua untuk mendukung pertumbuhan bagian tanaman yang lebih muda. Karena itu, gejala sering terlihat lebih dulu pada daun bagian bawah.
Cara mengatasinya: jangan langsung memberikan urea dalam jumlah banyak. Pastikan terlebih dahulu bahwa memang ada indikasi kekurangan N. Jika sesuai, berikan sumber nitrogen sesuai kebutuhan tanaman dan dosis produk. Lebih baik pemberian dilakukan secara terukur daripada sekali aplikasi dalam jumlah berlebihan. Apalagi pada cabai yang sudah masuk fase berbunga dan berbuah, kelebihan nitrogen juga tidak selalu menguntungkan. Tanaman bisa terlalu fokus membentuk daun dan batang.
2. Kekurangan Magnesium
Nah, ini yang sering tertukar dengan kekurangan nitrogen. Jika daun tua menguning tetapi tulang-tulang daunnya masih terlihat hijau, coba perhatikan lebih dekat. Bagian di antara tulang daun yang berubah kuning membentuk pola seperti jaring. Gejala tersebut khas mengarah pada kekurangan magnesium (Mg). Magnesium merupakan bagian penting dari klorofil, sehingga ketika tanaman kekurangan Mg, bagian daun dapat kehilangan warna hijaunya. Karena Mg mudah dipindahkan di dalam tanaman, gejalanya biasanya muncul lebih dahulu pada daun tua.
Cara mengatasinya: sumber magnesium dapat diberikan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan tanaman, misalnya melalui pupuk yang mengandung Mg seperti aplikasi MORDENFOL. Jika masalah berkaitan dengan kondisi tanah, pemupukan sebaiknya tidak hanya melihat gejala daun, tetapi juga mempertimbangkan pH dan keseimbangan unsur lain
3. Kekurangan Kalium
Berbeda lagi jika warna kuning muncul terutama di tepi daun. Pada kekurangan kalium (K), gejala dapat dimulai dari daun yang lebih tua. Bagian tepi daun berubah kekuningan, kemudian pada kondisi yang lebih berat jaringan di bagian tersebut dapat berubah cokelat dan mati seperti terbakar. Karena itu, jangan hanya melihat daunnya kuning, tetapi lihat di mana warna kuning itu muncul. Jika kuningnya menyebar merata ke seluruh daun, arahnya berbeda dengan daun yang kuning dari bagian pinggir.
Cara mengatasinya: jika gejala dan kondisi lahan mengarah pada kekurangan K, gunakan sumber kalium sesuai kebutuhan tanaman. Apabila tanaman masih pada fase vegetative bisa menggunakan pupuk yang ada kaliumnya misalnya KNO merah atau NPK Grower. Bisa juga menambah KALINET dosis rendah sebagai campuran pupuk semprot. Jangan memberikan K secara berlebihan karena ketidakseimbangan unsur juga dapat mengganggu penyerapan unsur lain, termasuk Mg dan Ca.
4. Kekurangan Kalsium
Gejala kekurangan Kalsium (Ca) sedikit berbeda. Kekurangan kalsium tidak selalu ditunjukkan dengan daun yang sekadar berubah kuning. Justru, bagian tanaman yang masih aktif tumbuh biasanya lebih dulu terganggu. Daun muda dapat mengalami perubahan bentuk, pertumbuhan pucuk terganggu, dan pada kondisi tertentu muncul kerusakan pada ujung jaringan muda. Pada tanaman cabai, masalah ketersediaan kalsium juga berkaitan erat dengan kondisi air dan perakaran karena kalsium bergerak bersama aliran air menuju jaringan tanaman.
Cara mengatasinya: jangan hanya berpikir tambah kalsium. Periksa juga kondisi akar dan pengairan. Tanah yang terlalu kering, terlalu basah, atau akar yang terganggu dapat membuat penyerapan kalsium tidak optimal. Pada cabai, masalah kalsium juga dikenal berkaitan dengan gangguan fisiologis seperti blossom end rot pada buah. Apabila gejala kekurangan kalsium terlihat, sangat direkomendasikan aplikasi kalsium dalam bentuk kalsium oksida karena lebih cepat bereaksi dan dimanfaatkan tanaman. Contoh merk dagang kalsium yang kandungannya kalsium oksida yaitu CALBOVIT dan CALHA.
Daun cabai menguning memang sering membuat petani khawatir. Apalagi kalau tanaman sudah dirawat, dipupuk, dan disiram, tetapi warna hijaunya justru semakin memudar. Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa daun menguning dapat menunjukkan masalah yang berbeda. Daun tua yang menguning merata bisa mengarah pada kekurangan nitrogen. Jika daun tua menguning di antara tulang daun, magnesium perlu diperhatikan. Jika warna kuning dimulai dari tepi daun hingga seperti terbakar, kalium patut dicurigai. Tetapi ingat, gejala daun bukanlah diagnosis akhir. Kondisi akar, air, pH tanah, penyakit, dan hama juga dapat membuat tanaman menunjukkan gejala yang mirip. Jadi, sebelum mengambil pupuk, berhenti sebentar dan amati daun cabai. Lihat daun mana yang berubah warna, bagian mana yang menguning, dan bagaimana kondisi tanamannya. Karena petani yang baik bukan hanya tahu pupuk apa yang diberikan, tetapi juga tahu mengapa tanaman membutuhkannya. Kenali gejalanya, pahami kebutuhannya, baru tentukan solusinya.