Artikel

Menakjubkan! Metode Master Cabai Kembali Menjadi Inspirasi

Menakjubkan! Metode Master Cabai Kembali Menjadi Inspirasi


Angga Syarief / Rabu,25 Januari 2023

Sebuah metode atau pola tanam yang diterapkan didunia pertanian saat ini sudah banyak diaplikasikan sebagian besar petani. Tidak hanya monoton melakukan pola tanam pada umumnya, sekarang ini sudah banyak sekali metode atau pola tanam yang diciptakan oleh petani itu sendiri. Sebuah inovasi ini diwujudkan guna menghasilkan tanaman yang sehat dan tumbuh optimal harapannya, nanti bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Salah satu metode yang kerap kami bahas adalah metode professor cabai Mas Udin yang sekarang ini sudah banyak diterapkan oleh banyak petani. Kami sering menjumpai dan mendengar langsung dari sebagian petani yang curhat kepada kami akan keberhasilan mereka dalam berbudidaya tanaman dengan metode professor cabai.

Artikel kali ini kami akan membahas kembali penerapan metode professor cabai yang diterapkan oleh salah satu seorang petani pemula bernama Mas Iqbal yang beralam di Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung. Baru pertama kali menanam komoditas cabai, mengangap dirinya sebagai petani pemula. Mendengar cerita teman-temannya yang sukses budidaya cabai dan melihat hasil panen petani yang menerapkan metode professor cabai membuat Mas Iqbal tergiur mencoba menanam cabai.

Sampai sejauh ini tidak ada rasa menyesal sama sekali dimana baru pertama kali menanam cabai tapi hasilnya berani bersaing dengan petani cabai lainnya. Hasil budidaya tanaman cabai beliau ini mengikuti metode dari professor cabai. Sebelumnya mencari referensi melihat video tutorial disosial media dan bertanya kepada teman-teman sebaya beliau kemudian merasa kurang puas Mas Iqbal langsung datang bersilaturahmi dengan Mas Udin.

Dengan senang hati Mas Udin membantu memberikan wawasan dan tips hemat dan tepat budidaya tanaman cabai. Mas Iqbal dengan seksama mendengar dan menyerap baik-baik ilmu yang diberikan Mas Udin. Pada akhirnya mencoba eksekusi langsung ke lahannya. Seperti apa hasil dan perawatan beliau? Simak dibawah ini.

Pengocoran nutrisi

Metode professor cabai menerapkan metode kocor saat usia tanaman 5, 10, dan 15 HST menggunakan MORDENFOL dengan dosis 100ml/20 liter air dan ditambah asam amino 50ml/20 liter air. Hasil kocor menggunakan bahan tersebut, Mas Iqbal sendiri dibuat terkejut. Fase awal pertumbuhan tanaman terlihat tumbuh dengan optimal dan belum dijumpai tanaman yang mengalami kasus kematian. Mas Iqbal merasa senang dan yakin akan tanaman beliau bisa mendapatkan produktivitas yang tinggi.

Pupuk susulan

Pemberian nutrisi tambahan beliau lakukan dengan pemberian pupuk susulan. Aplikasi pupuk susulan yang beliau lakukan via kocor pada lubang susulan dengan menggunakan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dari Yaramila. Pengaplikasian pupuk susulan mulai beliau lakukan saat umur tanaman 20,40,60, dan 80 HST.

Aplikasi Fungisida

Permasalahan budidaya cabai yang kerap terjadi adalah kasus gagal panen karena serangan jamur. Beberapa penyakit yang diakibatkan serangan jamur patogen ada seperti layu, busuk batang, dan patek/antraknosa. Sebegitu mengerikan penyakit ini membuat petani cabai kewalahan. Metode professor cabai ini menerapkan langkah yang tepat untuk mengatasi serangan penyakit tersebut. Langkah yang dilakukan adalah dengan kocor fungisida kontak pada lubang tanam. Fungisida kontak yang Mas Iqbal gunakan yaitu fungisida kontak dengan bahan aktif Mankozeb 82% dengan dosis 2 sendok makan/20 liter air. Aplikasi kocor fungisida ini beliau lakukan selang sehari pemberian pupuk susulan. Jadi, aplikasinya di umur 21,41,61,dan 81 HST. Meski beliau petani pemula, beliau berhasil membuktikan sampai sejauh ini tanaman beliau masih aman dari serangan jamur patogen.

Pupuk dasar

Olah tanah beliau lakukan dengan menambahkan pupuk sebagai pupuk dasaran. Meski didalam tanah sudah tersedia beberapa unsur yang dibutuhkan tanaman, perlu menambahkan kembali unsur hara melalui pemupukan tujuannya untuk menambah asupan makan tanaman guna menghasilkan tanaman yang tumbuh optimal. Pupuk dasaran yang Mas Iqbal gunakan cukup dengan pupuk kandang kambing. Nah, disinilah awal mula kesalahan yang dilakukan Mas Iqbal. Awal mula, setelah bedengan jadi beliau memberikan pupuk kandang dan ditaburkan tepat dibagian tengah bedengan. Sayangnya, pupuk kandang yang beliau gunakan ini kurang terfermentasi dengan baik. Alhasil, dampak yang ditimbulkan beberapa tanaman ada yang terkena busuk batang. Mas Iqbal masih tetap bersyukur, meski beliau menyadari kesalahannya tetapi tanaman yang terkena busuk batang hanya 10 tanaman dari total populasi kurang lebih 2.000 tanaman. Jadi prosentase tanaman yang terkena busuk batang tidak mencapai 1% dan menurut kami tanaman masih dalam kategori aman dari serangan penyakit.

Pupuk kohe kambing yang kurang terfermentasi  dengan baik mengapa bisa berdampak timbul serangan penyakit? Terkadang, pupuk kandang yang kurang terfermentasi masih meninggalkan sisa-sisa mikroorganisme jahat baik itu bakteri maupun jamur. Jadi, saat tanaman menyerap unsur hara ada beberapa jamur maupun bakteri juga yang ikut terserap. Nah inilah yang menjadi penyebab kasus tanaman terkena gejala serangan penyakit. Apalagi sifat dari pupuk kandang yang kurang terfermentasi masih beruap. Uap ini yang membuat suhu didalam tanah menjadi naik sehingga akar tanaman menjadi kepanasan fatalnya membuat akar mati sehingga tanaman pun juga akan ikut mati.

Perempelan

Perempelan yang Mas Iqbal lakukan sedikit berbeda dari metode professor cabai. Mas Iqbal melakukan sistem perempelan pada daun tua bagian bawah sedangkan metode professor cabai perempelan tunas anakan bagian bawah. Beliau tidak berani melakukan rempel tunas anakan sebab bertepatan dimusim hujan. Beliau lebih berhati-hati karena tunas anakan yang dirempel pasti akan meninggalkan bekas luka, dari bekas luka itulah yang menjadi pintu masuk serangan jamur patogen bagian luar. Meski secara antisipasi bisa dilakukan dengan spray fungisida kontak tetapi beliau lebih mencari aman cukup dengan pangkas daun tua bagian bawah.

Hasil perawatan

Usia tanaman beliau saat ini menyentuh 75 hari berarti masih berada di fase generatif awal, fase dimana mulai muncul bunga dan bakal buah. Hasil pengaplikasian unsur hara phospat cair memberikan hasil pertumbuhan bunga dan buah yang lebat ditambah dengan pengaplikasian asam amino yang membuat tanaman beliau terhindar dari tingkat stress berlebih. Ditunjang juga dengan aplikasi pupuk susulan guna pengoptimalan produktivitas tanaman. Meski sekitar 10 tanaman ada yang terkena busuk batang, penyebarannya dapat beliau cegah dengan aplikasi kocor fungisida kontak pada lubang tanam. Membuat tanaman sampai sejauh ini masih aman dari serangan patogen penyakit.

Mas Iqbal berpesan kepada kita “Tetap semangat untuk bertani, petani pemula bukan menjadi penghalang dan juga memanfaatkan waktu luang untuk bertani itu asyik dan menguntungkan”

Demikian artikel ini kami buat, lengkapnya akan kami tayangkan disini.


Rekomendasi Produk :
KALINET
POWERSOIL
MORDENFOL