Artikel

Budidaya Pepaya : Fastastis!! Menghasilkan Pepaya dengan Petikan 100 kg/Tanaman

Budidaya Pepaya : Fastastis!! Menghasilkan Pepaya dengan Petikan 100 kg/Tanaman


Angga Syarief / Sabtu,30 September 2023

Tanaman pepaya, atau Carica papaya, adalah tanaman yang memiliki batang yang kokoh dan daun yang besar serta hijau. Salah satu ciri khas pepaya adalah buahnya yang berbentuk lonjong atau bulat, dengan kulit yang halus dan warna yang bervariasi, mulai dari hijau, kuning, hingga oranye. Dalam budidaya tanaman pepaya, perlu diperhatikan beberapa faktor penting. Tanaman ini membutuhkan iklim hangat dan sinar matahari yang cukup. Tanah yang subur dan drainase yang baik juga penting untuk pertumbuhan yang optimal. Selain itu, perawatan rutin seperti penyiraman yang cukup, pemupukan, pemangkasan, dan perlindungan terhadap hama dan penyakit juga diperlukan. Pepaya adalah tanaman yang menarik serta memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Profil Petani

Pengalaman menyenangkan ini akan dibagikan oleh Pak Suryanto, petani papaya yang beralamat tinggal di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Latar belakang beliau sebelumnya adalah seorang sopir jalanan, merasa ingin mencoba hal baru kemudian beliau memutuskan untuk beralih ke dunia pertanian. Mengalami proses yang cukup panjang saat memulai bertani, sebab beliau sendiri tidak mempunyai bekal atau modal yang cukup saat terjun ke dunia pertanian. Singkat cerita, beliau mempunyai lahan yang cukup luas. Terbesit pertama kali langsung ingin mencoba budidaya tanaman papaya, tetapi perasaan beliau masih ragu, alhasil beliau mencoba menanam cabai. Setelah cabai bisa dipanen, kemudian beliau memantapkan kenyakinan, untuk mencoba memulai budidaya tanaman papaya. Tanaman papaya yang pertama kali beliau tanam, kurun waktu kurang lebih 1,5 tahun beliau sudah merasakan hasil manisnya. Setiap minggunya beliau dapat memetik 2 kali dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tentang Lahan

Lahan yang beliau pergunakan adalah lahan bekas penanaman cabai, saat memulai budidaya tanaman pepaya, beliau tidak kembali memberikan pupuk dasar. Jadi pupuk dasar yang beliau adalah bekas pupuk dasar dari tanaman cabai sebelumnya.

Varietas & Pola Tanam

Jaman sekarang sudah ada berbagai macam varietas tanaman pepaya, salah satunya adalah varietas Pepaya California, yang menjadi varietas pilihan Pak Suryanto. Jarak tanam yang beliau pergunakan yakni berjarak 2,5 m x 2,5 m. Tetapi terdapat lubang susulan yang berada di samping lubang tanam, yang rencana nantinya akan beliau persiapkan untuk lubang tanam di musim berikutnya.

Sistem Pengairan

Sistem pengairan yang baik dan tepat sangat penting dalam budidaya tanaman pepaya. Tanaman pepaya membutuhkan kelembaban yang cukup untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Sepengamatan beliau selama berbudidaya tanaman pepaya, karakteristik dari tanaman pepaya itu membutuhkan air yang cukup tetapi juga tidak tahan jika terlalu banyak air apalagi kalau sampai tergenang. Beliau menegaskan bahwa, bila sampai air tergenang lama, akan mudah memicu jamur yang membuat busuk pada bagian akar. Jadi beliau mengupayakan jika budidaya tanaman pepaya, sebaiknya pengairan dilakukan sebijak mungkin dan berimbang.

Pemupukan

Masa pertumbuhan tanaman pepaya pastinya membutuhkan kecukupan nutrisi untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Proses pemupukan yang beliau lakukan ada melalui beberapa tahap.

Tahap pertama beliau lakukan setiap 2 bulan sekali. Pupuk yang beliau berikan adalah campuran pupuk NPK subsidi dengan pupuk NPK Mutiara 16-16-16. Cara aplikasinya beliau tabur kemudian dipendam dengan jarak 1 meter dari lubang tanam.

Tahap kedua yaitu pemupukan via spray menggunakan pupuk KALINET dan CAL-HA yang beliau aplikasikan setiap 1 minggu sekali secara selang-seling/bergantian. Dosis yang beliau pergunakan, untuk KALINET menggunakan 4 tutup botol/16 liter air dan CAL-HA menggunakan 3 SDM/16 liter air. Menurut beliau, hasil yang beliau rasakan setelah mengaplikasikan dua pupuk ini secara bergantian, manfaat dari aplikasi pupuk CAL-HA bunga dan buah tanaman pepaya beliau tidak mudah rontok, kemudian digenjot KALINET yang membantu memadatkan buah pepaya serta meningkatkan produksi buah.

Aplikasi Pestisida

Setelah rutin menjaga kecukupan nutrisinya, beliau pun turut melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan aplikasi insektisida dan fungisida. Pengaplikasian insektsida serta fungisida ini beliau campurkan untuk efisiensi waktu dan tenaga dengan interval penyepraian 2 minggu sekali.

Hasil Perawatan

Memetik hasil manisnya, bagaimana tidak? Selama kurun waktu 1,5 tahun, Pak Suryanto sudah dapat menikmati hasilnya. Dalam waktu seminggu beliau bisa memetic sebanyak 2 kali pemetikan. Dan hasil satu tanaman mampu menghasilkan tonase petikan sampai 100 kg. Sampai sekarang pun, tanaman pepaya beliau masih menunjukan pertumbuhan dan perkembangan buahnya, padahal beliau sudah beberapa kali petik.

Puji syukur dari beliau, sampai-sampai tengkulak/bakul yang sudah menjadi langganan mengambil buah pepaya beliau. Meski permintaan pasaran daerah beliau ketika buah yang masih berwarna hijau semburat, tidak sampai berwarna oranye, tapi buah pepaya beliau menjadi incaran para tengkulak/bakul setempat.

Dapat disimpulkan bahwa budidaya pepaya merupakan kegiatan yang membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang baik. Dengan menerapkan pola perawatan yang tepat, seperti penggunaan pestisida secara bijak, pengairan yang berimbang, pemupukan yang tepat, kita dapat meningkatkan hasil produksi pepaya dan menjaga kesehatan tanaman. Selain itu, pengembangan strategi pengembangan budidaya pepaya juga penting untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani. Dengan demikian, budidaya pepaya memiliki potensi yang besar untuk memberikan hasil melimpah dan menguntungkan.

Bertani tidak melulu berbicara hasilnya, melalui proses yang panjang itulah sebuah hal yang sangat berharga, seperti Pak Suryanto. Tidak mengeluh dan selalu menikmati setiap prosesnya, karena beliau mempercayai bahwa jerit payah dalam berproses akan dipetik hasil manisnya suatu saat nanti. Demikian artikel ini kami buat, untuk lengkapnya, akan kami tayangkan disini.


Rekomendasi Produk :
CAL-HA
KALINET