Artikel

Budidaya Cabai : Cara Manjur Pemulihan Serangan Hama Ulat dan Layu

Budidaya Cabai : Cara Manjur Pemulihan Serangan Hama Ulat dan Layu


Angga Syarief / Rabu,01 Mei 2024

Hai sahabat petani dan pecinta cabai keriting! Hari ini, mari kita bahas sesuatu yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita yaitu tantangan dalam budidaya cabai keriting. Meskipun cabai keriting merupakan tanaman yang menggiurkan dengan hasilnya yang pedas nan lezat, tapi jangan pernah meremehkan tantangan yang mungkin mengintai di sepanjang perjalanan kita dalam bercocok tanam.

Salah satu tantangan terbesar yang mungkin kita hadapi adalah serangan dari hama ulat. Ya, ulat-ulat itu memang selalu menjadi tamu yang tidak diundang di ladang kita. Mereka bisa menghabiskan daun-daun cabai keriting dengan cepat, meninggalkan kita dengan tanaman yang hampir tak berdaya. Tapi jangan khawatir, dengan pengawasan yang baik dan penerapan metode pengendalian hama yang tepat, kita bisa melindungi tanaman kita dari serangan mereka.

Selain itu, ada juga masalah kelayuan tanaman yang dapat menjadi momok bagi para petani cabai keriting. Kadang-kadang, cuaca yang tidak stabil atau penyiraman yang tidak teratur dapat memicu masalah ini. Tanaman yang kelayuan akan tampak lesu dan kurang produktif. Namun, dengan manajemen yang baik terhadap pengairan, pemupukan yang sesuai, serta pengamatan yang cermat terhadap perkembangan tanaman, kita bisa mengurangi risiko kelayuan ini.

Jadi, meskipun tantangan-tantangan ini terkadang membuat kita ingin menggaruk-garuk kepala, janganlah sampai kita menyerah! Budidaya cabai keriting memang memerlukan kesabaran dan perhatian ekstra, tapi hasilnya pasti sebanding. Dengan semangat pantang menyerah dan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi, kita bisa menghadapi semua rintangan ini dengan sukses.

Profil Petani

Menghadapi rintangan-rintangan tersebut memang bukan hal yang mudah. Hal ini sudah turut dirasakan oleh Mas Danang, salah seorang petani yang beralamat di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Sukses merawat tanamannya dikala sebelumnya terkena serangan hama ulat secara masif. Hampir menyeluruh tanaman beliau terkena hama ulat dan bisa dipastikan gagal panen.

Tetapi dengan tekad dan kesabaran beliau, mulai diperhatikan dan dirawat secara intensif. Alhasil tanaman mampu pulih dan menandakan kehidupan normal kembali. Saat ini tanaman sudah berbuah dan tumbuh selayaknya tanaman sehat tanpa kendala. Ini yang menjadikan artikel ini menarik yakni resep pemulihan tanaman pasca serangan hama ulat.

Pengendalian Hama Ulat

Serangan hama ulat secara ugal-ugalan membuat Mas Danang kewalahan. Tanpa berfikir Panjang beliau segera bertindak cepat. Fokus mengendalikan hama ulatnya terlebih dahulu. Pengendalian hama beliau menggunakan beberapa bahan aktif, beliau menyebutkan ada sekitar 5 bahan aktif yang beliau aplikasikan, salah satunya yaitu insektisida Emacel bahan aktif emamectin benzoat. Sejak awal melakukan pengendalian hama, sasaran beliau hanya ulat.

Oleh sebab itu beliau fokus bahan aktif insektisida yang mampu mengendalikan hama ulat seperti bahan aktif emamectin benzoate. Untuk pengaplikasian insektisidanya, beliau aplikasi secara tunggal tanpa pencampuran bahan lain. Sehingga dengan begitu efikasi insektisida mampu maksimal untuk langkah pengendalian. Interval spray yang beliau lakukan setiap 2-3 hari sekali. Serta untuk aplikasinya bertahap, cukup satu bahan aktif terlebih dahulu.

Pengendalian hama akan lebih efektif jika kita aplikasi beberapa bahan aktif insektisida secara bergantian. Cara seperti ini untuk menghindari resistensi oleh hama ulat tersebut. Selain itu, sudah ada rumus juga cara pencampuran insektisida. Jika kita mencampur beberapa bahan aktif sekaligus dengan bentuk formulanya sama, bisa terjadi inkompatibilitas (ketidakcocokan atau reaksi yang tidak diinginkan yang terjadi ketika dua atau lebih bahan aktif insektisida dicampur bersama-sama).

Langkah Pemulihan

Proses pengendalian hama sudah beliau lakukan. Setelah memastikan hama ulat menghilang, fokus berikutnya Mas Danang adalah pemulihan. Aplikasi nutrisi menjadi senjata yang beliau siapkan. Untuk nutrisi yang beliau gunakan yaitu MORDENFOL, Premino, dan Ultradap. Tiga pupuk ini beliau spray rutin 1 minggu 2 kali selama masa pemulihan. Untuk dosis yang beliau gunakan sesuai dengan anjuran pada produk. Fokus beliau yaitu pemulihan sehingga interval beliau rapatkan.

Untuk pengaplikasian pupuk beliau spray secara bergantian, dengan begitu efikasi dari pupuk dapat terserap maksimal oleh tanaman. Merapatkan interval aplikasi pada akhirnya tanaman mulai tampak tumbuh sehat kembali. Ditandakan oleh daun, tunas air baru, dan calon bunga buah tumbuh dengan baik. Melihat kondisi sebelum dan sesudah sekarang ini membuat Mas Danang sendiri merasa tidak percaya. Usaha jerit payah beliau terbayarkan.

Tentang Kendala

Kendala lain yang beliau hadapi selain serangan hama ulat yaitu kelayuan tanaman. Resiko layu pada tanaman beliau memang Mas Danang sadari dari kesalahan pembuatan bedengan. Awal mula bedengan beliau buat sedikit mencekung sehingga ketika musim hujan air akan menggenang. Dimulai dari genangan itulah yang menyebabkan layu pada tanaman. Sehingga beliau mengambil Tindakan dengan memotong bedengan dan membuat parit baru kembali. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan besar kemungkinan banyak tanaman yang mati karna layu. Setelah itu beliau juga turut pengocoran untuk menjaga pH tanah dan melindungi tanaman dari patogen bawah tanah dengan kocor kalsium dan fungsida. Beliau pun juga imbangi dengan spray fungisida.

Kesimpulan artikel kali ini adalah menumbuhkan kembali tanaman yang mengalami kendala bukan perkara yang mudah. Memerlukan beberapa kiat yang diperhatikan. Pengendalian tepat sasaran membasmi hama terlebih dahulu kemudian aplikasi nutrisi yang berimbang adalah jawabannya. Demikian artikel ini kami buat, selengkapnya dapat ditonton disini.


Rekomendasi Produk :
MORDENFOL