Artikel

CARA MENYUBURKAN TANAH DENGAN PUPUK KANDANG, JANGAN ASAL PAKAI! BISA JADI SUMBER PENYAKIT

CARA MENYUBURKAN TANAH DENGAN PUPUK KANDANG, JANGAN ASAL PAKAI! BISA JADI SUMBER PENYAKIT


Karlina Indah / 26 Aug 2026

Pupuk kandang sering menjadi pilihan petani untuk membantu menyuburkan tanah. Harganya relatif terjangkau, mudah didapat, dan kandungan bahan organiknya juga bagus untuk memperbaiki kondisi tanah. Tapi, ada satu hal yang sering dianggap sepele. Pupuk kandang tidak selalu aman kalau langsung diberikan ke lahan.  Pupuk kandang sebenarnya terdiri dari berbagai bahan organik yang masih perlu diuraikan oleh mikroorganisme. Selama proses penguraian berlangsung, akan terjadi berbagai aktivitas biologis yang menghasilkan panas dan perubahan pada bahan tersebut. Kalau pupuk kandang langsung diberikan ke sekitar tanaman ketika prosesnya belum selesai, tentu bisa menimbulkan beberapa masalah. Pupuk yang masih mentah dapat mengganggu lingkungan sekitar akar. Selain itu, bahan yang belum terurai sempurna juga masih berpotensi membawa mikroorganisme yang tidak diinginkan serta biji gulma dari pakan atau kotoran ternak. Jadi,  Yang perlu diperhatikan adalah apakah proses penguraiannya sudah berjalan dengan baik atau belum. Apabila belum, wajib melakukan fermentasi terlebih dahulu.

Kenapa Pupuk Kandang Harus Difermentasi?

Fermentasi atau dekomposisi pada pupuk kandang sebenarnya bukan sekadar membuat pupuk menjadi matang. Proses ini membantu mengubah bahan organik yang masih kasar menjadi bahan yang lebih terurai dan stabil. Ada beberapa alasan kenapa proses ini penting.

1. Membantu Mengurangi Risiko Patogen. Pupuk kandang berasal dari kotoran ternak sehingga secara alami bisa membawa berbagai mikroorganisme. Dengan proses fermentasi yang berjalan dengan baik, kondisi di dalam tumpukan bahan akan berubah. Aktivitas mikroorganisme selama proses pengomposan dan kondisi suhu yang sesuai dapat membantu menekan organisme penyebab penyakit yang tidak diinginkan. Artinya, proses fermentasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko masalah yang terbawa dari pupuk kandang mentah.

2. Mengurangi Bau Menyengat. Pupuk kandang yang belum matang biasanya memiliki bau yang cukup kuat. Berbeda dengan pupuk kandang yang sudah terurai dengan baik. Setelah proses dekomposisi berjalan, bau menyengat biasanya akan berkurang dan bahan menjadi lebih stabil. Jadi, kalau pupuk kandang masih bau sekali, jangan buru-buru diaplikasikan ke lahan.

3. Membantu Menekan Biji Gulma. Ini juga sering luput dari perhatian. Biji gulma bisa saja ikut terbawa dari pakan ternak maupun bahan organik yang digunakan. Kalau pupuk kandang langsung diberikan ke lahan tanpa proses pengomposan yang baik, biji tersebut masih berpotensi tumbuh. Proses pengomposan yang dikelola dengan baik, termasuk kondisi suhu yang sesuai, dapat membantu menekan viabilitas biji gulma. Lalu, bagaimana cara menyiapkan pupuk kandang yang benar? Penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Cara Menyiapkan Pupuk Kandang yang Benar

Salah satu cara yang bisa dilakukan petani adalah membantu proses penguraian menggunakan dekomposer. Dekomposer merupakan mikroorganisme yang membantu menguraikan bahan organik. Ketika diaplikasikan pada bahan seperti pupuk kandang, mikroorganisme tersebut membantu proses pemecahan bahan organik menjadi bagian yang lebih sederhana. Dengan begitu, proses dekomposisi dapat berlangsung lebih optimal ketika kondisi lingkungan mendukung. Caranya juga tidak rumit. Pupuk kandang bisa dikumpulkan dan ditumpuk pada tempat yang sesuai. Kemudian, aplikasikan dekomposer sesuai dosis dan petunjuk penggunaannya. Dekomposer membantu menyediakan mikroorganisme pengurai yang berperan dalam proses penguraian bahan organik. Dengan pengelolaan yang tepat, pupuk kandang dapat lebih cepat mengalami perubahan dari bahan yang masih mentah menjadi bahan yang lebih terurai dan stabil. Namun, perlu diingat bahwa dekomposer bukan sulap yang langsung mengubah pupuk kandang dalam satu malam. Tetap diperlukan bahan yang sesuai, kelembapan yang cukup, aerasi yang baik, serta waktu fermentasi yang memadai. Jadi, penggunaan dekomposer harus menjadi bagian dari proses pengolahan pupuk kandang secara keseluruhan. Salah satu produk decomposer yang bisa Mitra Bertani coba yaitu merk dagang LS 23, kandungannya lengkap dan dilengkapi dengan 7 mikroba aktif. Setelah aplikasi decomposer, biarkan proses penguraian berjalan sampai matang. Jika diperlukan, lakukan pembalikan agar proses dekomposisi berlangsung lebih merata.

Bagaimana Ciri Pupuk Kandang yang Sudah Lebih Matang?

Sebelum digunakan ke lahan, Sobat Mitra Bertani bisa melakukan pengecekan sederhana. Pupuk kandang yang sudah melalui proses penguraian dengan baik umumnya memiliki beberapa perubahan, seperti:

  • Bau menyengat sudah jauh berkurang.
  • Suhu tumpukan sudah lebih stabil.
  • Tekstur bahan menjadi lebih remah.
  • Warna cenderung lebih gelap menyerupai tanah.
  • Bahan asal seperti kotoran atau sisa organik mulai sulit dikenali karena sudah lebih terurai.

Kalau kondisi tersebut sudah tercapai, pupuk kandang tentu lebih siap digunakan dalam budidaya. Jangan sampai pupuk yang seharusnya membantu menyuburkan tanah justru membawa masalah ke lahan. Pupuk kandang memang bagus sebagai sumber bahan organik. Namun, manfaatnya tidak hanya ditentukan dari jenis pupuk yang digunakan, tetapi juga dari bagaimana cara petani menyiapkannya sebelum diberikan ke tanaman. Kadang karena ingin segera tanam, pupuk kandang yang baru datang langsung ditebar di bedengan. Padahal, kalau proses penguraiannya belum selesai, pupuk tersebut masih bisa menimbulkan berbagai masalah. Karena itu, jangan terburu-buru. Berikan waktu agar pupuk kandang mengalami proses dekomposisi dengan baik. Penggunaan dekomposer dapat membantu proses penguraian bahan organik sehingga pupuk menjadi lebih matang dan stabil. Ingat, tujuan memberikan pupuk kandang adalah membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Jangan sampai niatnya ingin menyuburkan tanah, tetapi pupuk kandang yang belum matang justru membawa masalah ke lahan. Lebih baik sedikit bersabar di awal daripada repot memperbaiki masalah setelah pupuk masuk ke lahan.


Rekomendasi Produk :
BIOSIGMA PLUS