Artikel

Tabel Pemupukan Susulan Cabai Rawit Lengkap Beserta Waktu Aplikasinya

Tabel Pemupukan Susulan Cabai Rawit Lengkap Beserta Waktu Aplikasinya


Karlina Indah / Kamis,14 Mei 2026

Budidaya cabai rawit tidak bisa dipisahkan dari manajemen pemupukan yang tepat. Banyak petani mengeluhkan tanaman tumbuh kurang maksimal, bunga mudah rontok, atau buah tidak lebat, padahal masalah utamanya sering berasal dari pola pemupukan yang kurang sesuai. Karena itu, memahami tabel pemupukan cabai rawit menjadi langkah penting agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi sejak awal tanam hingga masa panen. Pada tanaman cabai, pemupukan bukan hanya dilakukan satu kali, melainkan bertahap sesuai umur dan fase pertumbuhan tanaman. Prosesnya dimulai dari pemberian pupuk dasar sebelum tanam untuk memperbaiki kondisi tanah dan menyediakan unsur hara awal. Setelah tanaman mulai tumbuh, pemupukan dilanjutkan dengan sistem kocor guna membantu penyerapan nutrisi melalui akar secara lebih cepat dan merata. Selain itu, petani juga sering melakukan pemupukan semprot menggunakan pupuk daun untuk mendukung pertumbuhan vegetatif, memperkuat tanaman, sekaligus membantu pembentukan bunga dan buah. Tidak hanya itu, cabai rawit juga membutuhkan pemupukan susulan dengan cara tugal. Metode ini dilakukan dengan memberikan pupuk di sekitar perakaran tanaman agar unsur hara tersedia lebih stabil dalam jangka waktu tertentu. Pemupukan tugal biasanya diterapkan pada fase pertumbuhan aktif hingga masa produksi karena kebutuhan nutrisi tanaman semakin tinggi. Jika dilakukan dengan dosis dan waktu yang tepat, metode ini dapat membantu tanaman lebih produktif, batang lebih kokoh, serta mendukung pembentukan buah yang lebih banyak dan seragam. Melalui artikel ini, kita akan membahas tabel pemupukan cabai rawit khususnya pupuk susulan tugal berdasarkan umur tanaman. Dengan pemupukan yang terjadwal dan tepat sasaran, pertumbuhan cabai rawit dapat lebih optimal sehingga potensi hasil panen pun meningkat.

Tabel Pemupukan Cabai Rawit dengan Cara Tugal

Umur Tanaman Dosis pupuk / lubang tanam Tujuan Pemupukan
40 hst NPK Grower (3 gram) + KNO3 putih (1 gram) + Fertiphos (3 gram) Membantu merangsang pembentukan bunga, memperkuat batang, serta mendukung awal pembentukan bunga
60 hst NPK Grower (5 gram) + KNO3 putih (2 gram) + Fertiphos (5 gram) Membantu pembesaran buah, meningkatkan kualitas buah, serta mengurangi risiko bunga dan buah rontok
80 hst NPK Grower (7 gram) + KNO3 putih (2 gram) + Fertiphos (7 gram) Mempercepat pematangan buah, meningkatkan warna dan kualitas buah, serta menjaga produktivitas tanaman
100 hst NPK Grower (8 gram) + KNO3 putih (4 gram) + Fertiphos (8 gram) Merangsang pertumbuhan tunas baru, menjaga tanaman tetap produktif, dan mendukung pembentukan bunga serta buah berikutnya

Pemupukan susulan dengan cara tugal menjadi salah satu teknik yang paling sering digunakan dalam budidaya cabai rawit karena mampu menyediakan unsur hara secara bertahap di sekitar perakaran tanaman. Namun, dalam praktiknya banyak petani masih ragu melakukan pemupukan tugal saat kondisi cuaca ekstrem, baik musim hujan maupun musim kemarau. Padahal, jika teknik aplikasinya tepat, pemupukan tugal tetap dapat berjalan efektif dan aman untuk tanaman.

Tantangan Pemupukan Tugal di Musim Hujan

Pada musim hujan, banyak petani khawatir memberikan pupuk tugal karena takut pH tanah turun atau drop. Kekhawatiran ini memang cukup beralasan karena curah hujan tinggi dapat mempercepat pelarutan pupuk kimia, terutama pupuk dengan kandungan nitrogen tertentu yang bersifat lebih asam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi terlalu lembap, akar tanaman stres, dan unsur hara mudah tercuci. Selain itu, jika pupuk diberikan berlebihan saat tanah sangat basah, risiko kerusakan akar juga meningkat. Akibatnya tanaman justru terlihat layu, daun menguning, atau pertumbuhan terhambat setelah pemupukan. Oleh sebab itu, aplikasi pupuk tugal di musim hujan harus lebih hati-hati, terutama dalam menentukan dosis dan waktu aplikasi.

Tantangan Pemupukan Tugal di Musim Kemarau

Berbeda dengan musim hujan, pada musim kemarau banyak petani menganggap pupuk tugal kurang efektif karena pupuk sulit larut di dalam tanah yang kering. Akibatnya unsur hara tidak cepat tersedia bagi akar tanaman. Kondisi ini sering membuat pupuk terlihat masih utuh beberapa hari setelah aplikasi. Padahal, pemupukan tugal tetap penting dilakukan pada musim kemarau karena kebutuhan nutrisi tanaman cabai tetap tinggi, terutama saat fase pembungaan dan pembuahan. Kunci utamanya terletak pada pengelolaan kelembapan tanah setelah pemupukan dilakukan.

Salah satu langkah yang dianjurkan adalah melakukan pengocoran sehari setelah aplikasi pupuk tugal menggunakan campuran kalsium dan asam humat. Pengocoran ini membantu melarutkan pupuk sehingga unsur hara lebih cepat tersedia dan mudah diserap akar tanaman. Kalsium berfungsi memperkuat jaringan tanaman, membantu pembentukan buah, serta mengurangi risiko kerontokan bunga dan buah. Sementara itu, asam humat membantu meningkatkan aktivitas akar dan memperbaiki kondisi tanah sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Selain membantu melarutkan pupuk di musim kemarau, pengocoran kalsium dan asam humat di musim hujan juga membantu menjaga pH tanah supaya tidak turun. Selain pengocoran kedua bahan tersebut, menambahkan asam humat saat aplikasi pupuk tugal juga sangat direkomendasikan. Asam humat membantu menjaga kestabilan tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta membantu mengikat unsur hara agar tidak mudah hanyut terbawa air hujan. Selain itu, asam humat juga membantu memperbaiki struktur tanah sehingga akar tanaman lebih sehat dan aktif menyerap nutrisi.

Dengan kombinasi pemupukan tugal, penambahan asam humat, serta pengocoran kalsium setelah aplikasi, efektivitas pemupukan dapat tetap terjaga baik di musim hujan maupun musim kemarau. Teknik ini juga membantu tanaman cabai tetap sehat, produktif, dan mampu berbuah maksimal meskipun menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem.


Rekomendasi Produk :
CAL-HA