Artikel

Tanaman Tomat yang Sehat dengan Buah Berbobot Ala Pak Suhadi

Tanaman Tomat yang Sehat dengan Buah Berbobot Ala Pak Suhadi


Farid Budi / Senin,10 Februari 2020

Area pegunungan rata-rata mempunyai kondisi tanah yang subur, karena terdapat sisa-sisa abu vulkanik atau banyak unsur hara lain yang sangat bermanfaat bagi segala jenis tanaman. Baik tanaman tahunan maupun tanaman pertanian semusim.

Pada kesempatan ini kita bersama akan berbagi informasi berkaitan dengan pertanian di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten Temanggung sangat dikenal dengan julukan Negeri Tembakau, karena memang di sinilah terdapat lahan tembakau yang sangat luas dan banyak pelaku pertanian menanam komoditas tembakau berbagai jenis varitas.

Ya, di wilayah ini tembakau ditanam menjelang akhir musim penghujan. Sedangkan pada musim hujan, selain padi di sebagian wilayah, petani menanam cabai, tomat dan beberapa jenis hortikultura.

Di artikel ini kita akan berbagi pengalaman seorang pelaku pertanian / petani yang sukses menanam tomat bernama Pak Suhadi dari dusun Pongangan, desa Bulu, kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung.

Sekilas info, dahulunya jauh ke belakang tak banyak petani yang berminat menanam tomat. Namun dalam sepuluh tahun terakhir ini tomat merupakan salah satu komoditas yang cukup banyak ditanam dan merupakan andalan petani termasuk bagi Pak Suhadi, selain tembakau, cabai, dan sayuran semusim. Adapun jenis tomat yang ditanam Pak Suhadi dan petani lain di wilayah ini jenis determinate. Karena ketinggian lahan pertanian di wilayah Pak Auhadi termasuk medium.

Pak Suhadi adalah salah seorang petani yang sudah paham betul apa yang dibutuhkan  oleh tanaman, dari pupuk dasar, kocoran, serta pestisida yang tepat pula. Dan yang tak kalah penting yaitu asupan nutrisi tanaman alias pupuk, untuk mengupayakan tanaman tumbuh sehat serta optimal.

Menurut Pak Suhadi, pembuktian produk-produk sarana pertanian seperti pupuk makro, pupuk nutrisi daun, dan pestisida itu sangat penting dilakukan oleh petani sendiri. Tak cukup hanya mempercayai informasi dari luar, ataupun sekedar membaca label kemasannya.

Yang menarik, untuk tanaman tomat ini sejak 3 tahun terakhir ini Pak Suhadi tak lepas mengandalkan 3 produk. Yaitu produk-produk dari Mitra Merdeka Tani, diantaranya KOVER, MORDEN FOL, dan KALINET. Dahulunya setiap kali musim tanam Pak Suhadi selalu berganti-ganti menggunakan produk-produk apapun terutama yang berkaitan dengan aplikasi daun.

Pengolahan Tanah dan Pemupukan Dasar

Tidak ada yang terlalu istimewa dengan pengolahan lahan oleh Pak Suhadi. Menurut beliau seperti yang dilakukan kebanyakan petani tomat. Diawali dari pembalikan tanah hingga pembuata bedengan.

Pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar diantaranya pupuk kandang yang dikombinasi dengan pupuk kimia. Untuk pupuk kimia yang digunakan adalah ZA, KCL  dan SP-36. Adapun aplikasinya  adalah ditebar merata pada bedengan segaris lubang tanam sebelum di bedengan tutup mulsa. Pupuk dasar ini berfungsi menyediakan nutrisi di awal-awal umur tanaman terutama disaat pembentukan akar dan batang muda. Tanaman yang masih terlalu muda tidak bisa menyerap pupuk secara instan melainkan dalam bentuk ion yang telah beberapa hari dikonversi oleh partikel tanah dan mikroorganisme tanah yang berasal dari pupuk organik (pupuk kandang).

Penanaman

Setelah proses pengolahan lahan, menutup mulsa selanjutnya penanaman bibit yang terlah dipersiapkan sebelumnya, karena benih tomat proses semai sampai siap tanam membutuhka waktu 15 sampai 20 hari setelah semai.

Pemupukan dan Perawatan

Disaat tanaman sudah tertanam tugas berikutnya adalah perawatan. Diantaranya pemberian pupuk sistem kocor untuk fase pertumbuhan dan pemupukan melalui daun dengan pupuk daun.

Pupuk kocoran diberikan antara pada umur 10 hari setelah tanam berupa ZA dan NPK yang dilarutkan dalam air. Sedangkan pemupukan melalui daun diberikan saat tanaman sudah membentuk percabangan dengan MORDEN-FOL. Aplikasi MORDEN-FOL berlanjut hingga tanaman tomat membentuk calon buah (pentil).

Saat masa berbuah itulah pemupukan lewat daun dilakukan dengan aplikasi KALINET. Tujuannya adalah meningkatkan prosentasi bunga yang menjadi buah, sehingga buah menjadi lebih lebat dan berkualitas. Untuk masa berbuah ini Pak Suhadi sudah mempercayakan penggunaan KALINET, karena menurut informasi beliau sudah terbukti meminimalisir kerontokan bunga dan buah serta membuat buah merah menyala dan lebih tahan simpan. Yang tak kalah penting lagi yaitu mempunyai bobot yang lebih maksimal.

Hama dan Penyakit

Adapun tanaman tomat memiliki kendala yang cukup kompleks yaitu jamur dan bakteri. Serangannya bisa berupa bercak di daun maupun layu dari bawah.

Untuk perawatan dan antisipasi serangan di bagian atas / daun dan cabang, Pak Suhadi secara rutin mengaplikasikan mineral pelindung tanaman yaitu KOWER WP. Produk ini bukanlah fungisida melainkan pengkondisi permukaan daun dengan menetralisir keasaman pada permukaan tanaman akibat hujan dengan dosis 2 gr per liter. Untuk tindakan pencegahan ini diselang-seling dengan  fungisida berbahan aktif tembaga.

Selain masalah hama dan penyakit, faktor cuaca yang kurang kondusif juga memperlemah kondisi tanaman. Cuaca hujan  dan panas membuat daya tahan tanaman menurun dan membuat tanaman rentan terkena serangan penyakit. Untuk mengatasi ini tanaman memerlukan tambahan energi yang terkuras selama bertahan dari cuaca agar tidak kehilangan kemampuan yang memadai untuk berptoduksi. MORDEN-FOL, selain sebagai pupuk daun juga berfungsi meningkatkan energi metabolisme tanaman sehingga tanaman lebih kuat dan sehat. MORDEN-FOL memiliki kandungan senyawa berrupa piridoxin pyrofosfen 43 % atau setara dengan phospat dan senyawa fenol 26 % , magnesium serta unsur mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk menambah daya tahan tanaman di cuaca yang ekstrim.

Pak Suhadi juga menyampaikan, kondisi di musim hujan memang meningkatkan perkembangan penyakit lebih tinggi dibanding serangan hama. DIantaranya bercak daun, busuk batang dan tembong pada buah tomat di waktu masa generatife atau pembuahan.

Untuk kendala hama diantaranya adalah ulat. Adapun serangan ulat dimusim hujan dan kemarau agak beda. Jika di musim peralihan atau  kemarau serangan lebih sulit tertangani karena proses penetasan juga lebih cepat, disamping itu di musim kemarau hama juga lebih kebal. Insektisida yang digunakan Pak Suhadi yaitu berbahan aktif emamectin benzoat yang dinilai mampu mengendalikan serangan ulat pada daun maupun buah.

Mengantisipasi Busuk Pantat Buah / Blossom End Rot

Busuk pantat buah / blossom end rot merupakan kendala umum tanaman tomat. Di wilayah ini biasa disebut tembong. Sebagai informasi, tembong ini disebabkan adanya akumulasi air (baik air hujan maupun semprotan pada buah) yang mengumpul di bagian bawah buah karena gravitasi, menyebabkan terjadinya pelunakan dan pembusukan pada bagian tersebut. Ini karena air hujan dan bersifat asam hingga akhirnya melunakkan dinding sel buah ketika cairan mengumpul dan memekat di bagian bawah buah. Untuk mencegah permasalahan ini Pak Suhadi menggunakan aplikasi kalsium (CAL-HA) dan KOVER WP. Kedua bahan tersebut mampu menetralisir keasaman air hujan serta mempertebal dan melindungi dinding sel bagian bawah buah tomat. Ini juga menjadi alasan kenapa saat berbuah Pak Suhadi menggunakan pupuk daun KALINET yang mempunyai kisaran pH 7-8 (tidak bersifat asam) sehingga bisa mengurangi keasaman ujung buah. Prinsip Pak SUhadi adalah mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Biasanya masa panen tanaman tomat mempunyai lebih pendek jika dibandingkan dengan tanaman cabai. Kondisi daun, dimana proses fotosintesis berlangsung berpengaruh terhadap panjang pendeknya masa panen. Dengan metode Pak Suhadi di atas ternyata dapat mempertahankan kadar klorofil (zat hijau daun) yang penting bagi proses fotosintesis. Alhasil masa petik relatif lebih panjang dari biasanya.

Panen

Di masa generatif (berbuah) Pak Suhadi rutin mengaplikasikan KALINET dengan dosis 2 tutup per satu tangki kapasitas 16 liter, atau sekitar 1,5 ml per liter. Alhasil dengan perlakuan tersebut membuat warna buah tomat lebih merah menyala, bobot lebih maksimal serta lebih tahan penyimpanan dan pengiriman.

Untuk hasil akhir dari total tanaman 1.500 batang memberikan hasil 4.500 kg. Dengan hasil tersebut Pak Suhadi sangat bersyukur karena musim yang tergolong extrim dapat mendapatkan rata-rata 3 kg per tanaman. Menurut Pak Suhadi hasil panen tersebut melebihi hasil panen petani-petani lain di sekitarnya.

Semoga sukses selalu untuk Pak Suhadi dan mitra-mitra petani lain.

 

 


Rekomendasi Produk :
KALINET
POWERSOIL
KOVER WP
MORDENFOL