Artikel

Budidaya Buncis : Strategi Budidaya yang Eksis Berbuah Manis

Budidaya Buncis : Strategi Budidaya yang Eksis Berbuah Manis


Angga Syarief / Rabu,22 Mei 2024

Halo para pecinta tanaman dan petani yang budiman! Kali ini kita akan membahas tentang salah satu tanaman yang sangat menguntungkan dan mudah untuk dibudidayakan, yaitu tanaman buncis. Buncis, dengan rasa renyah dan kaya nutrisi, telah menjadi favorit banyak orang. Namun, bagaimana sih caranya agar kita bisa menanam buncis yang sehat, bebas dari penyakit, dan tentunya bisa dijual dengan harga tinggi?

Menanam buncis tidak hanya memerlukan lahan yang subur, tetapi juga pengetahuan yang tepat tentang cara perawatannya. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tips dan trik agar tanaman buncis tumbuh subur dan sehat. Mulai dari pemilihan benih yang berkualitas, teknik penanaman yang benar, hingga cara-cara efektif untuk mencegah dan mengatasi hama serta penyakit.

Selain itu, kita juga akan membahas strategi pemasaran yang bisa membantu kamu mendapatkan harga jual yang tinggi. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kamu tidak hanya mendapatkan hasil panen yang melimpah, tetapi juga bisa meraih keuntungan maksimal. Yuk, kita kupas tuntas dalam artikel ini!

Profil Petani

Bertemu kembali dengan salah seorang petani yang belum asing bagi kita, dimana pernah kita jadikan narasumber kami, Mas Yudi namanya. Sebelumnya kita membahas tanaman tomat bersama beliau, bisa ditonton disini. Tetapi musim sekarang kita akan membahas tanaman buncis bersama Mas Yudi.

Tentang Varietas

Saat ini beliau disibukkan memanen tanaman buncisnya. Dilahan sudah beliau tanami 3 varietas langsung yaitu Lebat 3, Inti Tiga, dan Twis Super. Dari ketiga varietas yang beliau tanam, tidak ada perbedaan yang signifikan. Ketiga varietas berhasil tumbuh baik dengan vigor yang mirip alias sama dan produktivitas sama tingginya.

Pemupukan Tanaman

Lahan yang sekarang ini ditanami buncis, sebenarnya tidak menggunakan pupuk dasar. Sehingga untuk memnuhi asupan makan tanaman, Mas Yudi lakukan pemupukan via kocor dan tabur. Pupuk tabur yang beliau gunakan yaitu NPK Mutiara 16-16-16 dan pupuk kocornya yaitu asam amino PREMINO. Cukup dua pupuk ini saja yang beliau gunakan. Pemupukan dilakukan saat tanaman mulai tumbuh tunas dan 2-3 daun.

Untuk takaran dosis yang beliau gunakan, pupuk NPK Mutiara 16-16-16 350 gram dan asam amino Premino 2 tutup botol/30 liter air. Interval aplikasi beliau lakukan setiap 15 hari sekali dan baru dilakukan kocor sebanyak 2 kali dengan dosis yang sama. Kebutuhan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 untuk 2.500 m2 menghabiskan 10 kg satu kali aplikasi. Berarti kalua ditotal, Mas Yudi sudah menghabiskan 30 kg karena hanya 2 kali aplikasi.

Spray Tanaman

Nutrisi yang diberikan tidak hanya via bawah, tetapi beliau optimalkan juga via spray. Pupuk spray awal pertumbuhan beliau gunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan daun. Daun yang maksimal tumbuh, akan sehat dan memperlancar proses fotosintesis. Pupuk spray yang beliau gunakan yaitu pupuk phospat cair MORDENFOL. Disemprotkan setiap 7 hari sekali dengan dosis 2 tutup botol/16 liter air. Hanya satu pupuk ini saja yang beliau gunakan.

Saking rutinnya pupuk Mordenfol beliau aplikasikan, membuat daun lebih lebat, permukaan daun mulus dan tebal, serta warna hijaunya mencolok. Aplikasi pupuk Mordenfol dilakukan sampai fase memasuki pembuahan. Disaat mulai tampak tumbuh bunga dan buah, beliau fokus nutrisi lain.

Nutrisi fase pembuahan beliau menggunakan KALINET. Untuk pupuk Mordenfol beliau berhentikan dahulu. Karena daun sudah begitu lebat, ditakutkan nutrisi nantinya hanya akan banyak tersalur ke daun. Oleh sebab itu, beliau mengurangi daun dengan cara memangkas. Daun-daun yang sudah tua atau kurang produktif beliau potong. Dengan cara mengurangi daun ini, nantinya juga akan mempermudah penyemprotan sehingga akan langsung mengenai bunga dan buah. Setelah rutin juga aplikasi pupuk Kalinet, terlihat pertumbuhan bunga dan bakal buah lebat. Dari kerontokan tanaman juga minim.

Perbedaan dimusim sebelumnya, dimana Mas Yudi sudah pernah menanam tanaman buncis adalah kekuatan tanaman. Dimusim sebelumnya beliau belum fokus pemberian nutrisi, tetapi dimusim sekarang beliau lebih fokus pemberian pupuk yang tepat jenis, tepat waktu, dan tepat dosis. Sehingga ketika dimusim sekarang ini, sehabis panen tanaman masih produktif. Padahal dimusim sebelumnya, setiap buncis dipanen tanaman mulai lesu dan kurang produktif.

Nah disinilah perbedaan dari musim sebelumnya menurut Mas Yudi. Aplikasi pupuk yang berimbang ternyata membawa pengaruh yang cukup signifikan. Tidak hanya melulu aplikasi pestisida tetapi tanaman cenderung membutuhkan makan daripada obat. Disaat kebutuhan pangan tanaman terpenuhi, akan membuat daya tahan sendiri oleh tanaman sehingga hama dan penyakit akan minim menyerang.

Hasil Perawatan

Sangat beruntung menjadi Mas Yudi, karena disaat beliau menanam tanaman buncis tepat dengan nilai pasar yang tinggi. Mendapati harga pasar kisaran Rp 5.000 – 6.000. Nilai jual yang cukup tinggi menurut kami. Padahal Mas Yudi dipetikan terakhir, beliau mendapatkan 800 kg. Padahal secara buah yang dihasilkan masih lebat. Harapan Mas Yudi, masih melakukan panen berturut-turut. Nah kalua soal keuntungan, bisa sahabat petani kalikan.

Demikian artikel ini kami buat, semoga bisa menginspirasi sahabat petani semua terutama bagi petani buncis. Selengkapnya bisa ditonton disini.


Rekomendasi Produk :
PREMINO
KALINET
MORDENFOL