Terkena Virus Kuning Panen Rawit Tetap Melimpah


Roby & Farid / Selasa,20 Oktober 2020

Terkena Virus Kuning Panen Rawit Tetap Melimpah

Salah satu masalah  yang sering kita jumpai dan masih menjadi momok para petani hingga saat ini, khususnya pada tanaman cabai adalah virus kuning atau Gemini. Jika  saat ini sahabat petani sedang menanam cabai rawit dan tanaman dan tanaman rawit anda mengalami berdaun kuning, tanaman  kerdil, dan sulit untuk menghasilkan bunga dan buah berarti tanaman rawit anda terkena virus kuning

Tentu hal tersebut akan sangat merugikan petani, karena saat tanaman cabai rawit yang diharapkan akan menghasilkan panen dan produktifitas tinggi harus terhalang  oleh penyakit ini. Oleh sebab itu kita sebegai petani harus bisa melakukan pencegahan terhadap tanaman  cabai kita sehingga terhindar dari serangan virus kuning tersebut

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman dari seorang petani cabai rawit yang berlokasi di Desa krinjing  Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang bernama  Bapak Pri

Hal yang paling menarik dari lahan milik beliau ini adalah meski tanaman rawit mili beliau terkena virus kuning akan tetapi tanamannya masih mampu berbunga, berbuah dan mengahasilkan produktifitas tinggi .

Singkat cerita saat itu beliau juga menaman rawit dan ditengah perjalanannya ketika tanaman rawit beliau berumur 40 HST,  ternyata tanaman rawit beliau terserenang oleh virus kuning, Bapak pri pun sudah mulai was-was oleh serangan kuning tersebut sampai akhirnya beliau berusaha mencari cara agar tanaman cabai rawitnya yang beliau tanam ini dapat sehat kembali

Sampai akhirnya beliau menemukan nutrisi micro yakni VITARON dan agar tanaman beliu  tetap berbunga dan brtbuah beliau menggunakan KALINET yang bebahan aktif KALIUM CAIR . dan tidak disangka ternyata dengan 2 aplikasi tersebut mampu menghasilkan bunga dan buah pada tanaman rawitnya meski tanaman beliau saat ini sedang terkena serangan virus kuning. Dan berikut adalah ulasannya

 

PUPUK DASAR

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari pupuk dasar yang beliu gunakan sebagai dasaran pupuk tanaman cabai rawitnya. Karena lokasi lahan beliau sendiri yang masih dikatakan dataran tinggi di tambah lagi lahan beliau ini berdekatan dengan gunung merapi. Jadi tidak heran lagi jika tanah pada lahan beliau ini masih sangatlah subur karena tanah persawahannya masih ada sisa-sia bekas abu vulkanik dari letusan gunung merapi. Untuk pupuk dasarnya sendiri Bapak Pri ini hanya menggunakan pupuk kandang di tambah dengan NPK dan kapur Dolomit dan barulah ditutup dengan tanah kembali dan barulah di tutupi oleh mulsa

 

PENANAMAN

Bapak Pri sendirimemilih tanaman cabai jenis rawit, Karena tanaman inilah yang sangat banyak di minati oleh petani dan juga pedagang sayur yang di wilayahnya. Selain sangat diminati oleh pedagang sayur di wilayahnya menurut beliau tanaman cabai rawit ini juga sangat berpeluang sangat tinggi, Karena cabai rawit merupakan komoditas yang sering dicari di pasaran. Di tambah lagi saat itu beliau melalukan penanaman cabai ketika memasuki akhir musim panas dimana saat itu masih banyak petani yang baru mempersiapkan untuk melakukan penanaman . Akan tetapi beliau sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk melakukan penanaman di waktu awal sehingga memiliki peluang jual lebih besar

 

SERANGAN VIRUS KUNING

Seperti yang sudah saya uraikan di atas tanaman Bapak Pri ini terserang oleh virus kuning ketika tanaman berumur 40 HST . Awal mula daun pupus pada tanaman beliau ini mulai berwarna kuning dan juga sangat kaku dan lama kelamaan mulai meluas dan bahkan sampai ke tanaman lainnya . Disamping itu juga tanamannya juga mulai di serang oleh hama seperti kutu-kutu dan juga serangan trips sehingga makin memperparah kondisi tanaman cabainya.

Akan tetapi Bapak Pri tidak langsung patah semangat. Memang dari kesaksian beliau sendiri ketika saya wawancara memang ada rasa was-was terhadap kondisi tanamannya saat itu, karena beliau saat itu beliau menanam tanaman rawit tersebut dengan harapan memanfaat kan momentum karena belum ada banyak yang menanam cabai sebagai peluang pasar dan akan di sayangkan jika hanya berhenti di jalan.

 

PERAWATAN

Karena sangat di sayangkan jika tanaman beliau ini berhenti di tengah jalan, akhirnya  Bapak Pri ini mencarikan solusi untuk tanamannnya agar harapannya cabai yang beliau tanam tersebut masih bisa menghasilkan produktifitas cabai yang baik.

Untuk tanaman cabainya yang sudah terserang oleh virus gemini beliau mempercayakannya dengan aplikasi penyemprotan menggunakan VITARON. Produk ini merupakan suplemen tanaman berbentuk pekatan cair dengan kandunga unsur-unsur mikro esensial yang mudah di serap dan juga di manfaatkan oleh tanaman katalisator dalam setiap proses metabolism dalam tubuh tanaman.

Saat daun tanaman cabai terkena virus kuning maka secara automatis sel sel pada daun tanaman akan mengalami kerusakan bahkan mati. Sel sel yang sudah mengalami kematian tentunya tidak mungkin kembali, akan tetapi sel sel yang hanya baru melemah masih ada kemungkinan untuk di sembuhkan klembali.

Oleh sebab itu Bapak Pri sendiri memberikan vitaron kepada tanaman cabainya dengan harapan agar daun pada tanaman cabainya yang sudah kaku akibat serangan dari virus kuning  dapat lemat kembali dan juga memacu agar tumbuk cikal bakal daun pupus yang baru.

Ditambah dengan tanaman beliau yang sudah memasuki masa generative makan beliau pun menambah kan KALINET  sebagai nutris buahnya. KALINET  merupakan kombinasi sinergis Kalium dan juga Boron yang sangat mudah oleh tanaman dan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pembentukan bulir biji , pembentukan buah, meningkatkan kualitas rendamen dan juga kualitas daya simpan

Dan akhirnya berkat usaha beliau tersebut tanaman rawitnya mampu berbunga dan juga berbuah sangat lebat dan tidak mudah rontok meski kondisi tanamannya terkena virus kuning. Dan hal tersebutlah yang menjadi menarik karena meski tanaman cabai rawit terkena virus kuning akan tetapi masih mampu berbunga dan buah dengan produktifitas yang tinggi.

 

PERAWATAN LANJUT

Tidak hanya sampai disitu saja, Bapak Pri sendiri juga meberikan perawatan yang lain seperti  antisipasi dari serangan jamur dan juga serangan dari hama. Seperti yang sudah saya uraikan tadi ternyata tanaman beliau ini juga terserang oleh serangan trips dan juga kutu kutu. Dan salah satu factor dari penyebarn virus kuning ini adalah hinggapan kutu kutu dari tanaman yang sudah terkena virus kuning ke tanaman yang masih sehat.

Untuk mengantipasi serangan hama beliau menggunakan insektisida dengn bahan aktif Imidakloropid sebagai dan juga bahan Abamectin . Harapannya agar semakin sedikit hama yang ada pada areal lahannya maka akan sedikit kecil pula tanaman rawit sehat yang akan tertular oleh virus kuning.

Sedangkan untuk mengantisipasi serangan jamur pada tanaman cabainya pak Pri menggunakan obat jamur berbahan aktif Mancozeb yang seperti kitehui bahan aktif ini sudah cukup mampu untuk mengantisipasi serangan jamur pada tanaman cabai.

Selengkapnya dapat Anda simak di video berikut ini.

Baik mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan, selamat mencoba dan salam sukses untuk kita semua.