Cara Mudah Sterilisasi Lahan : Hemat Waktu dan Biaya Pengeluaran.
Karlina Indah / Rabu,05 Februari 2025
Sterilisasi lahan pertanian adalah proses menghilangkan organisme patogen, gulma, dan hama dari tanah yang merugikan petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman.Teruntuk Sobat Mitra Bertani yang baru persiapan lahan menuju musim tanam selanjutnya, tahap ini wajib dilakukan supaya di kemudian hari tidak dijumpai berbagai permasalahan yang tidak diinginkan, seperti serangan jamur dan bakteri penyebab penyakit tular tanah. Selain itu, sterilisasi lahan juga bisa sebagai langkah preventif atau antisipasi dari serangan hama tanah yang tertinggal di musim tanam sebelumnya, yaitu hama uret ataupun hama dari keluarga moluska, seperti keong, bekicot, siput dll. Mengingat hama tanah ini menyerangnya area akar yang pasti pengendaliannya akan susah setelah sudah ada tanaman, sehingga kegiatan sterilisasi lahan ini wajib dilakukan. Tingginya serangan gulma di musim penghujan seperti ini juga akan memperkeruh keadaan pasca tanam, selain sebagai rumah sementara bagi hama, gulma juga sebagai saingan terberat tanaman dalam hal perebutan nutrisi, air dan sinar matahar. Selain itu, adanya gulma juga bisa meningkatkan kelembaban area tanaman sehingga jamur dan bakteri menjadi betah. Oleh karena itu, wajib adanya sterilisasi lahan.
Tahap sterilisasi lahan yang sering digunakan petani yaitu menggunakan bahan kimia Hydrogen Peroxida atau H2O2. Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia dengan rumus H?O?, yang berbentuk cairan bening dan memiliki sifat sebagai oksidator kuat sehingga bisa membunuh bakteri, jamur ataupun virus. Hidrogen peroksida memiliki sifat mudah bercampur dengan air dan terurai menjadi air (H?O) dan oksigen (O?) sehingga untuk kalangan petani penggunaanya sangatlah mudah. Selain Hidrogen peroxide tidak sedikit juga petani menggunakan insektisida yang di kombinasikan dengan fungisida kontak sebagai bahan sterilisasi. Disamping kelebihan bahan – bahan tersebut dalam mensterilkan lahan seperti terkenal cepat dan ampuh, ternyata juga banyak kekurangannya, antara lain jamur dan bakteri baik yang menjadi tentara – tentara bawah tanah ikut terbunuh, Oleh karena itu apabila menggunakan bahan – bahan tersebut, sebagai bentuk pertanggung jawaban kita sebagai manusia di wajibkan untuk mengembalikan jamur ataupun bakteri baik, seperti dengan menambahkan pupuk Trichoderma sp, Mikoriza ataupun Bacillus. Sedangkan untuk mengendalikan gulma, biasanya petani menggunakan herbisida pra tumbuh maupun purna tumbuh yang jelas menimbulkan beberapa dampak negative, seperti tanah jadi miskin nutrisi, mikroorganisme baik di dalam tanah melamah, sampai bisa mengurangi kapasitas penyangga tanah yang berdampak pada tanah emnjadi sangat asam atau sangat basa. Sebenarnya terdapat cara sterilisasi lahan yang efektif dan menguntungkan juga bagi petani, yaitu dengan rotasi tanam, khususnya dengan tanaman padi. Namun hal tersebut membutuhkan waktu lama, mengingat satu musim tanam padi saja berkisar antara 97 – 125 hari. Lalu bagaimana cara sterilisasi lahan yang aman, minim biaya dan hemat waktu ala Mitra Bertani? Yuk langsung Simak penjelasannya di bawah ini:
Sterilisasi hemat waktu dan minim biaya
Cepat tapi tepat, menjadi kata kunci yang diidam - idamkan petani dalam hal sterilisasi lahan, terdapat beberapa langkah yang dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1. Pembersihan lahan dari sisa pertanaman sebelumnya adalah langkah penting dalam pengelolaan lahan pertanian untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit, serta meningkatkan kesuburan tanah. Sisa tanaman yang tidak dibersihkan bisa menjadi tempat berkembang biaknya patogen dan serangga perusak. Setelah dibersihkan dan dikumpulkan sebisa mungkin untuk sisa tanaman di bakar. Selain pembersihan lahan juga dilakukan pelepasan mulsa dan sujen bekas musim tanam sebelumnya, apabila di rasa mulsa dan sujen masih bisa digunakan bisa di gulung dengan rapi dan di tandai, untuk mempermudah pemasangan mulsa di olah lahan selanjutnya.
2. Pembajakan lahan menggunakan tractor. Tahap ini digunakan untuk menggemburkan tanah, menghilangkan gulma, serta meningkatkan aerasi dan drainase. Pembajakan yang dilakukan seperti olah lahan untuk tanaman padi ya Sobat Mitra Bertani. Supaya rata dan bisa membalik tanah, sehingga tanah yang sebelumnya berada di bawah bisa pindah posisi menjadi paling atas.
3. Anaerobic desinfeksi atau bahasa gampangnya penggenangan lahan dengan ketinggian 10 -15 cm. Cara mudah ini ternyata efektif mengendalikan patogen. Kenapa demikian? Ternyata mikroorganisme tular tanah pada umumnya membutuhkan oksigen atau bersifat aerobic, dengan penggenangan lahan otomatis keadaan lahan tanpa oksigen atau dalam keadaan anerobik. Hal tersebut dapat mematikan patogen tular tanah. Ibarat manusia yang tidak bisa hidup di air, berenangpun ada fase mengambil oksigen. Apabila di dalam air terus menerus atau dalam keadaan tenggelam pasti manusia akan mati, begitu juga dengan patogen yang akan mati apabila tenggelam di air dalam waktu lama.
Ternyata cara penggenangan lahan ini juga efektif untuk mengendalikan gulma. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa Penggenangan lahan mampu menghambat berkecambahnya biji-biji gulma dan membunuh gulma yang sudah tumbuh.
4. Pendiaman lahan yang sudah digenangi air. Tahap ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, mengendalikan hama dan penyakit, serta meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.Waktu penggenangan paling bagus berkisar antara 2-3 minggu. Pendiaman ini dikukan sampai tanah benar benar kering dan padat. Pada fase ini secara tidak langsung kita memanfaatkan sinar matahari untuk membunuh patogen patogen tular tanah. Bagaimananih Sobat mitra Bertani, Sudahkah mulai tertarik melakukan cara Sterilisasi yang mudah dan hemat ini? Bagi yang sudah mulai tertarik dan ingin mendapatkan penjelasan lengkap dalam bentuk video, bisa dilihat di video ini.